Banner v.2

Pertumbuhan Ekonomi Jateng 5,28%, UMKM dan Digitalisasi Jadi Penopang

Pertumbuhan Ekonomi Jateng 5,28%, UMKM dan Digitalisasi Jadi Penopang

Jawa Tengah dan DI Yogyakarta menjadi salah satu pusat pertumbuhan UMKM di Indonesia.-Humas Pemprov Jateng untuk Radarmas-

SEMARANG, RADARBANYUMAS.CO.ID - Jawa Tengah dan DI Yogyakarta menjadi salah satu pusat pertumbuhan UMKM di Indonesia. Terutama industri kecil, ekonomi kreatif, dan sektor digital.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Tengah, Hidayat Prabowo menuturkan, berdasarkan data  Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah UMKM di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta merupakan yang terbesar di Indonesia. Jumlahnya mencapai 996.951 atau 22,15% dari total UMKM di Indonesia. 

"Ekosistem ekonomi kreatif yang berkembang seperti di Kota Solo, Semarang, Magelang dan DI Yogyakarta di mana menjadi pusat event seni, festival kreatif, festival destinasi wisata  hingga pasar produk lokal," kata Hidayat pada kegiatan Digination Day 'Financial Innovation Day 2025', di Hotel Tentrem, Selasa, 12 Agustus 2025. 

Ekosistem tersebut, kata dia, melahirkan pelaku industri kreatif dari berbagai macam komunitas.  Termasuk, komunitas di sektor digital.

BACA JUGA:Pemprov Jateng dan Komekraf Perkuat Ekonomi Kreatif

Sektor digital yang makin kuat, membuat Jawa Tengah menjadi basis startup teknologi, agrotech, edutech dan marketplace lokal.

"Tidak heran jika UMKM ini menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah. Pada triwulan kedua tahun 2025, pertumbuhan tercatat 5,28% untuk Jawa Tengah, yang lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional yang 5,12%," ucap Hidayat. 

Pihaknya memandang, tak kalah penting, pertumbuhan ekonomi itu juga berkat kolaborasi antara OJK, pemerintah pusat, dan daerah, pelaku industri/usaha, hingga masyarakat. Dari sisi peran OJK adalah penguatan sektor jasa keuangan melalui penguatan tata kelola dan mitigasi risiko, sehingga stabilitas sistem keuangan terjaga. 

"Kita terus melakukan perlindungan konsumen. Tapi memang kecenderungan dengan keuangan digital yang semakin tinggi, potensi penipuan juga akan semakin tinggi. Mitigasinya dengan literasi,  kegiatan edukasi, serta kalau ada pengaduan secepatnya diatasi," terangnya.

BACA JUGA:Pemprov Dukung Penuh Kompetisi  Sepakbola Liga 3 dan 4 di Jateng

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno menambahkan, kolaborasi di sektor keuangan, khususnya untuk memasifkan inklusi keuangan digital, terus digalakkan. Sasaran utamanya adalah pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), karena menjadi salah satu tulang punggung perekonomian wilayah.

"Harapan kami, digitalisasi keuangan yang sudah berjalan masih harus ditingkatkan lagi," katanya. 

Di era digital, menurut Sumarno, inklusi keuangan digital menjadi sangat penting. Sebab, akan berdampak positif pada perluasan akses layanan keuangan, tercipta transparansi, efisien dan mendukung pertumbuhan ekonomi. 

"Karena digitalisasi keuangan ini sesuatu yang mau enggak mau harus masuk  kesana. Kalau enggak masuk tentu saja akan ketinggalan," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: