450 Relawan Digembleng Hadapi Bencana, BPBD Banjarnegara Perkuat Kesiapsiagaan Warga
Wakil Bupati Banjarnegara, Wakhid Jumali meninjau Latihan Bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana di Lapangan Desa Wanayasa, Kecamatan Wanayasa.-BPBD Banjarnegara untuk Radarmas-
BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Menghadapi ancaman bencana yang terus menghantui wilayah perbukitan, ratusan relawan dan personel dari berbagai unsur dikumpulkan dalam Latihan Bersama Penanggulangan Bencana di Desa Wanayasa, Banjarnegara.
Selama tiga hari, sejak 29 hingga 31 Juli 2025, mereka digembleng dalam simulasi pencarian, pertolongan, hingga evakuasi korban.
Tak kurang dari 450 peserta terlibat, mulai dari unsur BPBD, TNI, Polri, PMI, relawan independen, ormas, hingga perwakilan Desa Tangguh Bencana (Destana).
Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan respons dalam kondisi darurat termasuk pelatihan pertolongan pertama, kaji cepat, tali-temali, vertical rescue, pendirian tenda darurat, serta penggunaan chainsaw.
BACA JUGA:Waspadai Cuaca Ekstrem, BPBD Banjarnegara Dorong Kesiapsiagaan Warga Wilayah Barat
Kepala BPBD Banjarnegara, Aji Piluroso, menegaskan bahwa latihan semacam ini sangat penting, mengingat Banjarnegara merupakan salah satu wilayah dengan kerawanan bencana tertinggi di Jawa Tengah.
“Kita ingin semua unsur memahami peran dan protokol secara seragam. Saat bencana terjadi, kecepatan dan ketepatan hanya bisa dicapai dengan latihan dan koordinasi rutin lintas sektor,” jelas Aji, Kamis (31/7/2025).
Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi ajang evaluasi kemampuan teknis sekaligus kesiapan alat dan sumber daya manusia dalam menghadapi bencana di lapangan.
“Latihan ini bukan sekadar formalitas. Kita ingin membentuk sistem respons yang kuat, agar tidak lagi ada korban jiwa yang bisa dicegah,” tegasnya.
BACA JUGA:Kades Ratamba Datangi BPBD Banjarnegara, Berharap Relawan Kembali Bantu Lokasi Bencana
Wakil Bupati Banjarnegara, Wakhid Jumali, yang meninjau langsung kegiatan, menyebut latihan tersebut sebagai upaya strategis meningkatkan kapasitas dan koordinasi para relawan yang menjadi garda terdepan saat bencana datang.
“Ini bukan hanya soal pelatihan teknis. Ini juga forum konsolidasi dan penguatan jaringan relawan. Karena faktanya, 70 persen wilayah Banjarnegara rawan bencana, terutama tanah longsor,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah tak mungkin bekerja sendiri dalam menghadapi kompleksitas kebencanaan.
“Relawan adalah ujung tombak. Pemerintah daerah sangat berkomitmen mendukung peningkatan kapasitas mereka, karena tanpa sinergi yang solid, respons kita akan selalu tertinggal,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
