Banner v.2

Plus Minus Bio Solar pada Toyota Innova Reborn Wajib Tahu Sebelum Mengisi

Plus Minus Bio Solar pada Toyota Innova Reborn Wajib Tahu Sebelum Mengisi

Innova Reborn--

RADARBANYUMAS.CO.ID - Toyota Innova Reborn, sebagai salah satu mobil MPV diesel paling populer di Indonesia, dikenal dengan mesin tangguh dan konsumsi bahan bakar yang efisien. Namun, tidak sedikit pengguna yang masih bingung memilih bahan bakar diesel yang tepat. Salah satu jenis solar yang sering digunakan adalah Bio Solar, bahan bakar solar bersubsidi yang mudah ditemukan di SPBU seluruh Indonesia.

Meski secara harga Bio Solar sangat menggiurkan, ada beberapa hal penting yang perlu diketahui sebelum mengisi bahan bakar ini ke tangki Innova Reborn Anda. Artikel ini akan membahas secara lengkap kelebihan dan kekurangan menggunakan Bio Solar pada Toyota Innova Reborn, mulai dari sisi teknis, performa mesin, hingga dampaknya dalam jangka panjang.

Apa Itu Bio Solar?

Bio Solar adalah jenis bahan bakar diesel yang dicampur dengan biodiesel (FAME) sebanyak 30% (B30). Artinya, dalam satu liter Bio Solar, terdapat 70% solar murni dan 30% bahan bakar nabati dari minyak sawit. Bio Solar merupakan bahan bakar bersubsidi yang disediakan oleh pemerintah Indonesia untuk mendukung program energi terbarukan sekaligus menekan impor solar murni.

Bahan bakar ini biasanya digunakan oleh kendaraan bermesin diesel konvensional, seperti truk, bus, atau mobil pribadi diesel keluaran lama. Namun, bagaimana dengan kendaraan diesel modern seperti Toyota Innova Reborn?


BACA JUGA:Perbedaan Innova Reborn dan Zenix, Mana yang Lebih Cocok untuk Keluarga Modern Sekaligus Berbisnis?

BACA JUGA:Innova Reborn Diesel, MPV Tangguh dengan Performa Mesin Diesel Terbaik

Spesifikasi Mesin Diesel Innova Reborn

Sebelum menilai cocok atau tidaknya Bio Solar untuk Innova Reborn, mari kita pahami dulu spesifikasi mesin yang digunakan.

Toyota Innova Reborn diesel dibekali dengan mesin 2GD-FTV 2.393 cc 4-silinder turbo. Mesin ini termasuk dalam kategori common rail diesel engine, yang bekerja dengan tekanan tinggi dan menggunakan injektor presisi untuk menyemprotkan bahan bakar ke ruang bakar.

Mesin common rail dikenal sensitif terhadap kualitas bahan bakar, terutama pada kandungan air, sulfur, dan partikel kotor. Maka dari itu, bahan bakar yang digunakan harus memiliki kualitas tinggi agar sistem injeksi tidak cepat rusak.

Kelebihan Menggunakan Bio Solar pada Innova Reborn

1. Harga Lebih Murah

Keunggulan paling nyata dari Bio Solar adalah harganya yang jauh lebih murah dibandingkan Dexlite atau Pertamina Dex. Per April 2025, harga Bio Solar berkisar di Rp6.800–7.000 per liter, sementara Dexlite di atas Rp14.000. Bagi pengguna Innova Reborn yang menempuh jarak jauh setiap hari, penghematan ini sangat terasa.

2. Mudah Ditemukan di SPBU

Bio Solar tersedia di hampir semua SPBU Pertamina di seluruh Indonesia, bahkan di daerah terpencil sekalipun. Ini membuat Bio Solar sangat praktis dan mudah dijangkau, terutama jika Anda sedang bepergian jauh atau melintasi area pedesaan.

3. Dukung Program Pemerintah

Menggunakan Bio Solar berarti Anda ikut serta dalam mendukung program energi berkelanjutan dari pemerintah. Campuran biodiesel dari minyak sawit dalam Bio Solar bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan membantu petani kelapa sawit lokal.

BACA JUGA:All New Innova Reborn 2025, Desain Lebih Segar, Fitur Makin Canggih

BACA JUGA:Mengintip 7 Fitur Canggih Terbaru dari Mobil Toyota Kijang Innova Reborn 2025

Kekurangan Menggunakan Bio Solar pada Innova Reborn

1. Kualitas Kurang Stabil

Salah satu masalah utama Bio Solar adalah kualitasnya yang kurang stabil, terutama dalam hal kandungan air dan kotoran. Mesin common rail seperti yang ada pada Innova Reborn sangat sensitif terhadap solar kotor. Jika kualitas Bio Solar tidak konsisten, sistem injeksi bisa mengalami penyumbatan atau kerusakan dini

2. Timbul Endapan dan Karbon di Mesin

Biodiesel (FAME) dalam Bio Solar memiliki kecenderungan untuk meninggalkan endapan atau kerak di dalam mesin dan sistem injeksi. Jika digunakan terus-menerus, hal ini dapat menyebabkan penumpukan karbon, mengganggu performa mesin, dan menurunkan efisiensi bahan bakar.

3. Risiko Clogged Filter dan Injector

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: