Banner v.2

Bayi Laki-laki Ditemukan Pencari Rumput di Kebumen, Diduga Hasil Hubungan Gelap

Bayi Laki-laki Ditemukan Pencari Rumput di Kebumen, Diduga Hasil Hubungan Gelap

Petugas dari Dinsos P3A dan Dinkes PPKB mengecek kondisi bayi di yang ditelantarkan saat rawat di Puskesmas Karanggayam. --

KEBUMEN - Penemuan bayi laki-laki di Desa Nampudadi, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen pada Minggu (13/4/2025) membuat gempar masyarakat. 

Dari hasil informasi yang dihimpun, bayi tersebut diduga hasil dari hubungan gelap antara wanita berinisal CH dengan seorang pria berinisial S.

CH diketahui merupakan kepala sekolah di salah satu SD Negeri di Kecamatan Karanganyar. Sedangkan S tercatat sebagai warga Karanganyar. Adapun CH diketahui berstatus janda beranak tiga, sementara S masih memiliki istri sah.

Kegaduhan bermula saat seorang pria, yang kebetulan juga berinisial S, menemukan bayi berjenis kelamin laki-laki di wilayah Desa Nampudadi Kecamatan Petanahan. S mengaku bayi tersebut ditemukan ketika ia sedang mencari rumput.

BACA JUGA:Pemkab Kebumen Rekrut Tenaga BLUD untuk 128 Formasi

BACA JUGA:Warga Desa Ungaran Kebumen Menanti Kejelasan Pembangunan Jembatan Gantung

Usai menemukan bayi, S kemudian bergegas membawa bayi tersebut ke tempat saudaranya ke daerah Karanggayam. Niatnya untuk diserahkan kepada adiknya. Melihat kondisi bayi masih merah dengan tali pusar belum terputus, adik dari S panik dan merasa ketakutan. 

Tak berselang lama bayi itu dibawa ke bidan setempat. Bidan pun tak ingin ambil resiko, karena mendapati bayi baru lahir tanpa keberadaan orang tua. Akhirnya bayi tersebut dibawa ke puskesmas untuk penanganan medis lebih lanjut. 

"Pas dibawa bayi sudah biru. Langsung ada tindakan. Pelan-pelan mau nyusu," ungkap Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos P3A Kebumen Seha Rahayu.

Seha menyebut, bayi itu berbobot 2,4 kilogram dengan panjang 45,5 sentimeter. Saat ini posisi bayi sudah berada di RSDS Kebumen untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif. "Dibawa ke RSUD. Soalnya banyak yang datang ke puskesmas. Juga buat memastikan kondisinya tertangani dengan baik," ujar Seha.

BACA JUGA:BPR BKK Kebumen Bagikan Deviden ke Pemkab Kebumen Sebesar Rp 2,2 Miliar

BACA JUGA:DPRD Kembali Bahas Raperda Penanam Modal Bank Kebumen

Seha menegaskan, Dinsos P3A tidak akan ikut campur terhadap proses hukum yang sedang berjalan. Pihaknya kini hanya fokus terhadap kondisi bayi yang sedang ditangani. "Selama belum ada keluarga kami tangani. Kalau nanti ada perkembangan keluarga. Kami serahkan. Dan itu bukan menjadi bayi terlantar," bebernya.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kebumen Yanie Giat Setiawan mengatakan, berdasar informasi yang dihimpun bayi tersebut diduga kuat keluar dari rahim seorang ibu yang merupakan seorang kepala sekolah. Namun saat ini pihaknya menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada kepolisian.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: