ASN di Purbalingga Masih Sering Salah Aplikasikan Pakaian Adat

ASN di Purbalingga Masih Sering Salah Aplikasikan Pakaian Adat

Acara Kelas Ngadi Saliro di Museum Prof Dr Soegarda Purbakwatja Purbalingga.-ADITYA/RADARMAS-

PURBALINGGA, RADARBANYUMAS.DISWAY.ID - Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PURBALINGGA masih kerap salah dalam mengaplikasikan pakaian adat, setiap tanggal 18 tiap bulannya.

Yakni, sering mencampur pakaian adat Jogja dan Solo dalam memakai baju adat Jawa. Hal itu, karena ketidaktahuan para ASN terkait aplikasi pakaian adat Jawa.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purbalingga Wasis Andri Wibowo, saat acara Kelas Ngadi Saliro di Museum Prof Dr Soegarda Purbakwatja Purbalingga, Kamis, 12 Oktober 2023.

BACA JUGA:Operasional Hanggar Sampah Ajibarang Kulon, Banyumas Mundur

Dijelaskan olehnya, melalui pelatihan berpakaian adat Jawa tersebut, maka ASN di lingkungan Pemkab Purbalingga, tak lagi salah dalam mengaplikasikan pakaian adat Jawa. 

Sebab, diketahui setiap tanggal 18, setiap bulannya ASN di lingkungan Pemkab Purbalingga wajib mengenakan pakaian adat.

"Ke depannya ASN sudah tidak salah lagi dalam mengaplikadilan pakaian adat Jawa. Tidak lagi tercampur-campur antara Solo dan Jogja. Karena hal itu masih sering ditemukan," jelansya.

BACA JUGA:Lima Hari Hilang, Nelayan Cilacap Belum Ditemukan, Tim Sar Lakukan Penyisiran di Tiga Titik

Hal tersebut, menurutnya bisa terjadi karena ketidaktahuan para ASN di lingkungan Pemkab Purbalingga. "Melalui pelatihan ini, diharap ASN bisa lebih pas dalam mengenakan pakaian adat Jawa," ujarnya. (tya)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: