Tenaga Kesehatan Panik Bawa Pasien, Saat Simulasi Bencana Gempa Bumi di Cilacap

Tenaga Kesehatan Panik Bawa Pasien, Saat Simulasi Bencana Gempa Bumi di Cilacap

Tenaga medis menuruni tangga membawa pasien saat simulasi bencana gempa bumi di Cilacap yang diadakan di rumah sakit.-Edi untuk Radarmas-

CILACAP, RADARBANYUMAS.CO.ID - Sejumlah tenaga kesehatan panik membawa pasien, saat gempa bumi berkekuatan 7,5 Magnitudo yang berpusat di barat daya CILACAP kedalaman 10 kilometer mengguncang CILACAP.

Terdengar sirine tanda bahaya dibunyikan, seluruh pegawai dan pasien pun diarahkan menuju titik kumpul dengan melindungi kepala. 

Ini merupakan skenario awal terjadinya gempa dalam simulasi mitigasi bencana gempa bumi di Rumah Sakit Umum (RSU) Aghisna Kroya, Jumat (8/9/2003).

BACA JUGA:Waspada, Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter Berpotensi Terjadi di Pesisir Cilacap

Plt Kepala UPT Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kroya Edi Purwanto mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan upaya mitigasi bencana dan pelayanan di Rumah Sakit. 

"Kabupaten Cilacap merupakan daerah rawan bencana gempa tsunami. Jadi upaya mitigasi bencana dimana pun harus ditingkatkan," katanya, Jumat (8/9/2023).

Dikatakan Edi, berdasarkan aplikasi Avenza Maps, RSU Aghisna Medika Kroya masuk zona putih, atau zona aman tsunami. Sehingga peserta yang mengikuti simulasi fokus pada penyelamatan gempa bumi.

"Berdasarkan hasil simulasi peserta sudah mengetahui protap ketika terjadi gempa bumi dan mengetahui arah titik Kumpul yang telah disepakati bersama," katanya.

Edi mengatakan, masyarakat juga diminta untuk mengenali ancaman bencana di sekitar. Sehingga jika terjadi bencana dapat mengurangi kerugian korban jiwa dan harta benda.

"Kita rutin melakukan sosialisasi dan simulai ke masyarakat. Apalagi di wilayah Cilacap timur juga ancaman bencana gempa dan tsunami tinggi. Masyarakat selalu diarahkan untuk melakukan evakuasi mandiri, mengetahui tempat maupun jalur evakuasi di masing-masing wilayahnya," ujar Edi. (ray)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: