Ini Penjelasan SPSI Soal Kegiatan Hari Buruh di Purbalingga

Ini Penjelasan SPSI Soal Kegiatan Hari Buruh di Purbalingga

Rutinitas : Para pekerja di salah satu pabrik rambut palsu di wilayah Kecamatan Bukateja saat bekerja di ruangan setiap hari jam kerja.-AMARULLAH/RADARMAS-

PURBALINGGA,RADARBANYUMAS.CO.ID- Hari Buruh Internasional pada 1 Mei 2023 ini, diklaim Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Purbalingga, tidak ada aksi massa. Kondisi buruh tenang dan bakal ada acara bersama di salah satu obyek wisata pada 14 Mei 2023 mendatang.

Ketua Konfederasi SPSI Purbalingga, Mulyono mengungkapkan, kegiatan hari buruh akan diisi senam dan beberapa lomba. "Kami belum menerima informasi adanya aksi seperti demo dan tuntutan ke perusahaan," tegasnya, Senin 1 Mei 2023 siang.

Ia justru meminta agar manajemen perusahaan bisa meningkatkan produktifitas karyawan melalui pembinaan dan pelatihan. "Pembinaan dan pelatihan ini harus kontinyu. Karena akan memiliki pengaruh pada kapasitas seorang karyawan," tambahnya.

Untuk diketahui, saat ini di Kabupaten Purbalingga terdapat sebanyak 59.248 orang pekerja pabrik rambut dan bulu mata. Mereka saat ini ada yang masih masuk masa libur lebaran dan sudah ada yang masuk kerja normal.

Lebih lanjut dikatakan, kegiatan selama ini jika hari buruh internasional tidak pernah ada aksi tuntutan dan sejenisnya. Soal realisasi THR tahun ini juga tidak ada gejolak.

"Kami berharap hak dan kewajiban buruh dilaksanakan dan perusahaan tetap memfasilitasi pekerjanya ketika ada persoalan. Kami ikut mengawasi dan dinas atau pemerintah sebagai penentu kebijakan," tegasnya. 

Sedangkan terkait besaran Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2023 sebesar Rp 2.130.980,94, sudah bisa dinikmati puluhan ribu buruh/pekerja pabrik rambut dan bulu mata sejak Februari lalu. (amr)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: