53 Pelajar SMA di Banyumas Belajar Tradisi Jemparingan, Jadi Sarana Latihan Mengontrol Emosi

53 Pelajar SMA di Banyumas Belajar Tradisi Jemparingan, Jadi Sarana Latihan Mengontrol Emosi

FOKUS : Salah satu peserta tradisi jemparingan fokus membidik sasaran, Minggu (19/3) di Pendopo Wabup. Para pelajar di Banyumas ini belajar tradisi Jemparingan (Foto Aam Juni Restino/ Radar Banyumas)--

PURWOKERTO  - Sebanyak 53 pelajar di Banyumas belajar tradisi jemparingan. Panahan tradisional ini ternyata bisa sebagai sarana untuk mengontrol diri dan emosi

Paguyuban Jemparingan Gendewo Mas, punya cara tersendiri dalam nguri-nguri Jemparingan. 

Kegiatan dikemas melalui kegiatan Pengenalan dan Pelatihan Jemparingan Sebagai Upaya Pelestarian Budaya Panahan Tradisional Gaya Mataraman, Minggu (19/3) di Pendopo Wakil Bupati Banyumas. 

Ketua Panitia Yugo Triyono menuturkan, total ada 53 pelajar SMA yang mengikuti kegiatan tersebut. 

Menurutnya, Jemparingan perlu dikenalkan kepada anak-anak muda di Kabupaten Banyumas.  

"Ini upaya kita untuk memberikan edukasi, mengenalkan dan melestarikan tradisi Jemparingan," ujarnya. 

Dalam kegiatan tersebut, dikenalkan apa itu Jemparingan beserta teknik-teknik dasarnya. 

"Yang kita jadikan acuan jemparingan gaya Mataraman. Ini bukan olahraga murni, ini lebih ke budaya," paparnya. 

Ia menuturkan, Jemparingan sendiri punya banyak kelebihan. Salah satunya melatih kontrol diri dan emosi. 

"Pada saat kita persiapan sampai rilis anak panah. Harus menyatu hati dan pikiran," jelasnya. 

Jemparingan ia katakan, juga bisa sebagai media pembentukan karakter bagi anak-anak muda agar mempunyai adab, dan unggah-ungguh khas orang Jawa. 

"Supaya mereka ini berkarakter orang Jawa, berbudi pekerti luhur, sabar, andhap asor," kata Yugo Triono. (aam)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: