Honda

Soal Usulan SMA Negeri di Cilongok, Cabang Dinas Pendidikan Jateng: Pendirian SMA Negeri Kewenangan Bupati

Soal Usulan SMA Negeri di Cilongok, Cabang Dinas Pendidikan Jateng: Pendirian SMA Negeri Kewenangan Bupati

Camat bersama dengan 20 Kepala Desa di Kecamatan Cilongok saat menggelar rapat gerakan mewujudkan SMA Negeri di kantor Kecamatan Cilongok, Selasa (2/8/2022)-Foto Ahmad Erwin/Radar Banyumas -

 

 

CILONGOK - Cabang Dinas Pendidikan Jateng wilayah X menegaskan, keputusan pendirian SMA Negeri di Cilongok masih menjadi kewenangan Bupati.

Kasi SMA dan SLB Cabdin Pendidikan Jateng wilayah X, Dwi Sucipto mengatakan, setelah Bupati melaksanakan audiensi dengan para kades di Cilongok, pihaknya diundang oleh Bupati untuk menindaklanjuti permohonan pendirian calon SMA Negeri di Cilongok.

"Sebenarnya terkait pendirian calon SMA Negeri di Cilongok masih kewenangan Bupati," katanya.

Dijelaskannya untuk tahap awal saat ini, Pemkab Banyumas sedang melaksanakan survei lapangan dimana lokasi calon SMA Negeri di Cilongok yang paling tepat.

"Pemkab mencari tanah yang memungkinkan untuk pembangunan SMA Negeri," terang dia.

Warga Cilongok, Novi mengingatkan, agar pengusulan pendirian SMA Negeri di Cilongok benar-benar dipertimbangkan secara menyeluruh dari berbagai sisi. 

Jika niat menyekolahkan anak di SMA Negeri semata hanya untuk memperoleh pendidikan gratis, artinya tujuan didirikannya SMA Negeri kurang tepat.

"Saya juga sebagai orangtua wali murid mengajak agar semua pihak benar-benar memahami maksud sebenarnya kata-kata gratis dalam pendidikan menengah di Jateng. Apakah dengan kata gratis otangtua sama sekali tidak mengeluarkan biaya untuk pendidikan anaknya," ingatnya.

Selain itu dengan pendirian SMA Negeri di Cilongok juga sudah mempertimbangkan eksistensi sekolah di sekitarnya. Tidak hanya swasta tetapi juga sekolah negeri sejenjang yang selama ini siswanya tidak sedikit datang dari Cilongok.

"Terkait anak putus sekolah jika ada di Cilongok tentu tidak hanya karena belum adanya SMA Negeri. Untuk persoalan putus sekolah banyak faktor pemicunya," pungkas Novi. (yda)

Sumber: