BRT Bakal Dievaluasi Menyeluruh

BRT Bakal Dievaluasi Menyeluruh

Salah satu halte BRT PURWOKERTO- Bus Rapid Transit (BRT) di Purwokerto mencapai bakal dievaluasi secara menyeluruh. Tidak hanya soal pelayanan saja, tetapi jam operasi pun akan dievalusi berdasarkan masukan dari masyarakat. “Pertimbangan operasional BRT sebelumnya berdasarkan studi, belum berdasarkan realitas. Sehingga sekarang saatnya memotret realitas, mana yang harus dievaluasi,” ujar Joko Setiawan, Kasi Operasional Balai Transportasi Jawa Tengah Dinas Perhubungan (Dinhub) Provinsi Jawa Tengah Setelah sebelas hari sejak peluncuran BRT pada 13 Agustus lalu, berbagai evaluasi dilakukan oleh Dinhub Provinsi Jawa Tengah bersama dengan Koordinator Trans Jateng Purwokerto. Hal-hal yang dievaluasi diantaranya terkait tarif, kondisi halte, rute, serta jam operasional. " Untuk meningkatkan kualitas pelayanan, kami membuka ruang kritik untuk masyarakat pengguna BRT Kita juga butuh partisipasi masyarakat, pengguna, yang disampaikan di medsos gak papa, yang kesannya mengkritik gak papa karena kita butuh itu, perbaikan," akunya. Dijelaskannya, tiga hari pertama pengoperasian BRT dengan tarif gratis, jumlah penumpang berkisar antara 3000 hingga 4000 penumpang setiap harinya. Setelah itu, terjadi naik-turun jumlah penumpangnya. Hari pertama membayar, sekitar 1600an penumpang per hari. Setelah itu naik 3000an lagi, lalu turun lagi, dan naik lagi. “Setelah kita melihat kenaikan tertinggi 3200, 3600, terus turun di 1600, 1700, menurut saya mungkin sedang ada proses ke arah stabilan penumpang di minggu ini," terangnya, Jumat (24/8). Pengoperasian BRT di Purwokerto - Purbalingga sendiri meningkat di akhir pekan. Namun menurut Joko Setiawan, hal itu belum bisa dijadikan patokan. Untuk waktu ramai penumpang setiap harinya, menurut Joko Setiawan, rata-rata ramai terjadi di jam-jam berangkat dan pulang sekolah atau kerja. (lin)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: