BBWS Citanduy Kerahkan Alat Berat

BBWS Citanduy Kerahkan Alat Berat

WANAREJA-Sungai Cijalu yang terutup tanah longsor pada 22 Desember lalu diputuskan dikeruk menggunakan alat berat milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy. Pengerahan alat berat ini agar mempercepat pekerjaan membuka aliran sungai. Selain itu, tumpukan material tanah bisa disingkirkan dan tidak dialirkan ke hilir. Keputusan ini diambil dalam rapat tekhnis di pendopo Kecamatan Wanareja, Kamis (7/1) kemarin. "Sabtu besok, material akan dikeruk dengan "backhoe"," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Tri Kumara usia memimpin rapat kemarin. Dia mengatakan, BBWS Citanduy sejak awal sudah siap untuk membuang tumpukan material yang menutup sungai. Dan dalam rapat tersebut, BBWS dan juga BPBD sudah mendapatkan "lampu hijau" dari Perhutani selaku pemilik lahan longsor yang berada di Desa Jambu Kecamatan Wanareja. "BBWS akan "all out" karena sudah dapat ijin dari Perhutani," katanya. Pertimbangan menggunakan alat berat, katanya untuk mengurangi sedimentasi di hilir sungai. Pasalnya, tumpukan material akan di buang di kedua sisi sungai. Jika menggunakan tenaga manusia seperti rancangan awal, material ini justru dialirkan ke hilir. Tri Kumara menambahkan, pihaknya juga akan dibantu oleh sejumlah relawan seperti PMI, MDMC, Bagana dan Tagana. Mereka akan diperkuat oleh Polsek, Koramil Kecamatan Majenang dan Wanareja serta warga Desa Jambu dan juga Sadahayu. Demikian juga dengan petugas Perhutani yang akan ikut memastikan kegiatan ini bisa digelar. Untuk memudahkan pengerukan, pihaknya juga akan membawa sejumlah alat seperti gergaji mesin dan perlengkapan lainnya. "Operasi ini akan dipimpin oleh Danramil Majenang," katanya. Rapat kemarin juga membagi tugas masing-masing relawan. Misalnya dapur umum yang diserahkan kepada PMI bersama relawan lainnya. Sisanya, akan membantu operator alat berat saat mengeruk material yang menutup sungai tersebut. Seperti diketahui, longsor di Desa Jambu Kecamatan Wanareja pada 22 Desember lalu mengakibatkan aliran sungai Cijalu tertutup. Tumpukan material tanah ini membentuk waduk dadakan berukuran 300 m X 25 m dengan kedalaman mencapai 15 m. (har/ttg)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: