Orang dewasa yang menjadi korban perceraian orang tuanya di masa kanak-kanak, cenderung mengalami kesulitan dalam menjalin hubungan. Mereka memiliki risiko perceraian yang lebih tinggi dibandingkan orang dewasa yang tumbuh dalam keluarga utuh.
Untuk mengurangi dampak negatif terhadap kesehatan mental anak yang keluarganya terganggu, orang tua dapat menjaga kesehatan mental anak broken home sebagai berikut:
1. Menjaga hubungan yang sehat
Meski sudah bercerai, usahakan jalin komunikasi positif dengan mantan pasanganmu. Suasana yang tenang dan konflik yang minim akan membantu anak lebih menyesuaikan diri dengan perceraian.
Hubungan yang sehat antara orang tua dan anak juga terbukti membantu meningkatkan harga diri dan meningkatkan prestasi akademik setelah perceraian.
2. Disiplin mendidik anak
Penelitian menunjukkan bahwa disiplin yang efektif setelah perceraian dapat mengurangi kenakalan remaja dan meningkatkan prestasi akademik. Aturan dan konsekuensi sesuai usia dapat diterapkan.
3. Mengawasi perkembangan anak
Orang tua hendaknya memperhatikan dengan baik kegiatan dan lingkungan pergaulan anak. Anak-anak yang terus mendapat perhatian orang tua yang memadai memiliki risiko lebih rendah mengalami penyalahgunaan zat dan memiliki prestasi akademik yang buruk.
4. Membantu anak merasa aman
Takut ditinggalkan dan khawatir akan masa depan dapat menyebabkan gangguan kecemasan pada anak. Untuk mencegahnya, Anda dapat meluangkan waktu bersama anak, mendengarkannya, dan menghargai ekspresi emosinya. Dengan cara ini, anak merasa dicintai dan aman oleh orang tuanya.
5. Cari bantuan profesional
Jika Anda merasa kewalahan atau jenuh mengurus anak, tidak ada salahnya memeriksakan diri ke dokter atau psikolog. Anda mungkin juga ingin mencari konseling jika anak Anda memiliki masalah perilaku yang sulit diatasi.
Itulah dia beberapa cara menjaga kesehatan mental anak broken home. (fah)