Ada juga yang mengalami tidur berlebihan sebagai bentuk pelarian dari kesedihan atau keterpurukan yang mereka rasakan setelah putus cinta.
Mereka mungkin merasa sulit untuk bangun dari tempat tidur dan menghabiskan banyak waktu tidur untuk menghindari merasakan emosi yang menyakitkan.
4. Risiko Kesehatan yang Lebih Serius
Setelah mengalami putus cinta, seseorang dapat berisiko mengalami masalah kesehatan mental yang lebih serius.
Putus cinta bisa menjadi pemicu untuk gangguan kecemasan, seperti gangguan kecemasan umum (GAD), gangguan kecemasan sosial, atau gangguan panik.
Selain itu, perasaan sedih yang mendalam setelah putus cinta juga bisa berkembang menjadi gangguan mood seperti depresi mayor atau gangguan bipolar.
Keterpurukan yang dalam dan perasaan putus asa yang berkepanjangan dapat menyebabkan perubahan signifikan dalam suasana hati dan energi seseorang.
BACA JUGA:6 Rekomendasi Self Reward Untuk Meningkatkan Kesehatan Mental
BACA JUGA:Pengaruh Gadget Terhadap Kesehatan Mental Anak
Dalam kasus yang lebih ekstrem, seseorang yang mengalami putus cinta bisa merasa sangat putus asa sehingga muncul pikiran untuk bunuh diri.
Perasaan terjebak dan tidak mampu melihat jalan keluar dari kesedihan yang mendalam dapat mengarah pada risiko perilaku berbahaya ini.
5. Sulit Untuk Membangun Hubungan yang Baru
Setelah mengalami putus cinta, seseorang mungkin mengalami kesulitan dalam membangun hubungan yang baru.
Pengalaman emosional yang menyakitkan dari putus cinta sebelumnya dapat meninggalkan bekas yang dalam, yang mempengaruhi cara seseorang melihat dan menghadapi hubungan masa depan.
Seseorang yang mengalami putus cinta mungkin menjadi lebih waspada dan takut untuk membuka hati mereka lagi.
Mereka khawatir bahwa mereka akan mengalami rasa sakit yang sama sekali atau akan dikhianati lagi oleh orang lain.