Xanthoma adalah kelainan kulit yang ditandai dengan penumpukan lemak sehingga terbentuk benjolan-benjolan kecil (papula) di permukaan kulit. Meskipun xanthoma dapat muncul di mana saja pada tubuh, namun lebih sering terjadi di persendian, terutama lutut dan siku.
BACA JUGA:4 Jenis Olahraga Dapat Membantu Menurunkan Tingkat Kolestrol!
BACA JUGA:Cegah Kolestrol Jahat Usai Makan Nasi Padang, Begini Caranya
Tingginya kadar kolesterol dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya xanthoma, meskipun kondisi ini juga dapat disebabkan oleh faktor lain seperti diabetes, hipotiroidisme, dan lain sebagainya.
4. Xanthelasma
Xanthelasma adalah plak berwarna kekuningan yang biasanya muncul di sekitar kelopak mata. Tingginya kadar kolesterol juga dapat meningkatkan risiko munculnya xanthelasma.
Meskipun tidak menyebabkan rasa nyeri atau gangguan fungsional, keberadaan xanthelasma dapat menjadi tanda bahwa kadar kolesterol dalam tubuh sedang tinggi.
Jika perubahan gaya hidup tidak cukup efektif untuk mengendalikan kolesterol tinggi Anda, dokter mungkin akan meresepkan obat-obatan. Beberapa jenis obat yang umum digunakan untuk mengatasi gejala kolesterol tinggi meliputi:
BACA JUGA:Ragam Diet Berdasarkan Golongan Darah
BACA JUGA:6 Efek Samping Obat Penambah Darah dan Cara Mengatasinya
- Obat Golongan Statin: Golongan obat ini, seperti simvastatin, atorvastatin, fluvastatin, dan lovastatin, bekerja dengan menghambat produksi kolesterol oleh hati. Statin membantu menurunkan kadar kolesterol LDL ("jahat") dalam darah.
- Ezetimibe: Obat ini bekerja dengan membatasi penyerapan kolesterol dari makanan yang dikonsumsi. Ezetimibe dapat membantu mengurangi kadar kolesterol total dalam darah.
- Obat Golongan Bile Acid Sequestrant: Contohnya cholestyramine, colesevelam, dan colestipol. Obat ini bekerja dengan mengikat asam empedu dalam saluran pencernaan, yang kemudian membantu mengubah zat kolesterol menjadi asam empedu dan membuangnya dari tubuh.
Penting untuk diingat bahwa pengobatan untuk kolesterol tinggi harus selalu dilakukan di bawah pengawasan dokter. Dokter akan menyesuaikan jenis dan dosis obat yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda secara individual.
Selain mengonsumsi obat penurun kolesterol, disarankan juga untuk rutin melakukan tes darah. Tujuan dari tes ini adalah untuk memantau kadar kolesterol dan mendeteksi gejala kolesterol tinggi yang mungkin Anda alami.(amp)