Jika tidak diolah atau dilindungi dengan benar, bata ringan dapat menyerap air lebih mudah daripada bata konvensional, yang dapat menyebabkan masalah seperti retak dan deformasi.
5. Dibutuhkan Perlindungan Tambahan
Ketika digunakan sebagai bahan eksterior, bata ringan memerlukan perlindungan tambahan seperti cat atau lapisan tambahan untuk melindungi dari kondisi cuaca yang keras.
Ini dapat menambah biaya dan perawatan tambahan untuk menjaga tampilan dan integritas konstruksi.
6. Penyusutan
Bata ringan dapat mengalami penyusutan seiring waktu, terutama pada tahap awal penggunaan.
Meskipun penyusutan ini biasanya terjadi dalam jumlah yang kecil dan dapat diprediksi, perlu diperhatikan agar desain struktural dirancang dengan mempertimbangkan potensi penyusutan.
7. Keterbatasan dalam Desain
Meskipun bata ringan menawarkan fleksibilitas desain yang baik, ada beberapa keterbatasan dalam hal variasi warna dan tekstur dibandingkan dengan bata konvensional atau bahan dinding dekoratif.
Hal ini dapat menjadi pertimbangan penting untuk mereka yang mencari estetika yang lebih beragam dalam desain rumah mereka.
8. Penggunaan Energi
Proses produksi bata ringan melibatkan penggunaan energi yang cukup besar, terutama dalam proses pemanasan untuk menghasilkan bata ringan.
Meskipun bahan itu sendiri ringan, dampak lingkungan dapat menjadi pertimbangan bagi mereka yang peduli dengan jejak karbon dan keberlanjutan konstruksi.
Mengingat kekurangan bata ringan adalah langkah yang bijak dalam merencanakan konstruksi rumah.
Meskipun bata ringan menawarkan kelebihan tertentu, pemilihan bahan konstruksi harus disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan proyek.
Pembangun yang mempertimbangkan penggunaan bata ringan perlu memperhitungkan biaya, kekuatan struktural, dan kondisi lingkungan setempat sebelum membuat keputusan akhir.