Lowongan pekerjaan palsu sering kali menggunakan taktik ini untuk menarik perhatian pencari kerja tanpa pengalaman.
Lakukan riset tentang gaji rata-rata untuk posisi yang sama dalam industri tertentu sehingga Anda dapat mengidentifikasi tawaran yang tidak realistis.
BACA JUGA:Penipu Berkedok Loker Dibekuk
BACA JUGA:Tips untuk Lebih Fokus dalam Belajar
3. Pengejaran Data Pribadi
Jika sebuah perusahaan meminta informasi pribadi atau keuangan Anda terlalu awal dalam proses perekrutan, itu bisa menjadi pertanda berbahaya.
Perusahaan sah akan mengumpulkan informasi ini setelah Anda mencapai tahap yang lebih lanjut dalam proses seleksi.
Waspadai juga permintaan untuk pembayaran atau transfer uang sebagai syarat untuk melamar pekerjaan.
4. Situs Web dan Alamat Email yang Tidak Resmi
Perhatikan alamat situs web dan alamat email perusahaan. Jika situs web terlihat tidak profesional, tidak memuat informasi yang cukup, atau menggunakan domain yang mencurigakan, itu bisa menjadi tanda lowongan palsu.
Begitu juga dengan alamat email yang bukan berasal dari domain resmi perusahaan.
5. Tidak Ada Proses Seleksi yang Jelas
Lowongan pekerjaan palsu sering kali menjanjikan pekerjaan tanpa melalui proses seleksi yang cukup.
Jika Anda ditawari pekerjaan tanpa wawancara atau evaluasi keterampilan, Anda perlu mempertanyakan keabsahan tawaran tersebut.
Proses seleksi yang jelas dan transparan adalah tanda perusahaan yang serius dalam merekrut karyawan.
BACA JUGA:5 Tips Mendaki Gunung Bagi Para Pemula, Agar Memiliki Pengetahuan Dasarnya