BPJS Kesehatan Sukses Pertahankan WTM dalam Mengelola Keuangan 2021

Rabu 06-07-2022,09:53 WIB

FOTO BARENG : Jajaran direksi BPJS Kesehatan foto bersama dalam kegiatan Public Expose Pengelolaan Program dan Keuangan BPJS Kesehatan Tahun 2021, Selasa (5/7). BPJS KESEHATAN UNTUK RADARMAS JAKARTA- Sinergi dan kolaborasi yang dibangun BPJS Kesehatan bersama pemerintah, mitra kerja, peserta, dan masyarakat sukses menjaga keberlangsungan penyelenggaraan Program JKN. Melalui berbagai terobosan yang dihadirkan di tengah pandemi covid-19, menjadikan BPJS Kesehatan mendapat banyak capaian dan prestasi yang diakui secara nasional maupun internasional. Salah satu bukti keberhasilan yang didapat yaitu, sukses mempertahankan predikat Wajar Tanpa Modifikasi (WTM), untuk laporan keuangan tahun 2021 dari akuntan publik. Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti menjelaskan, capaian tersebut merupakan predikat WTM kedelapan secara berturut-turut yang diraih sejak BPJS Kesehatan beroperasi tahun 2014. Dan predikat ke-30 sejak era PT Askes (Persero). Hal ini menandakan bahwa posisi keuangan BPJS Kesehatan per 31 Desember 2021, serta kinerja keuangan dan arus kas sesuai dengan audit dari Kantor Akuntan Publik. "BPJS Kesehatan terus membuat gebrakan baru dengan memperhatikan pada publik. Dengan komitmen yang terus kami kedepankan, yang menjadikan BPJS Kesehatan sukses mempertahankan capaian WTM dalam mengelola keuangan," paparnya. Ghufron menyebut, capaian selanjutnya yang patut diapresiasi adalah kondisi Dana Jaminan Sosial (DJS), pada 2021 dinyatakan positif. Dibuktikan dari aset neto yang dimiliki hingga 2021 sebesar Rp38,7 triliun. Masuk dalam kategori sehat dan mampu memenuhi 5,15 bulan estimasi pembayaran klaim ke depan. Dengan capaian tersebut, BPJS Kesehatan senantiasa berupaya menciptakan inovasi, khususnya dari sisi finansial dan ekosistem digitalisasi, sehingga mempercepat peningkatan mutu layanan. "Di tahun 2022, BPJS Kesehatan memiliki berbagai tantangan yang harus diperbaiki, khususnya akses, mutu, efisiensi, ekuitas, dan sustainabilitas finansial," ujar Ghufron. Dia mengharapkan, meski dihadang beragam tantangan, dari pemerintah, seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat, bisa terus bersinergi dan berkolaborasi untuk menjawab tantangan, serta menjaga penyelenggaraan Program JKM yang berkualitas. Selain capaian WTM, sepanjang 2021 ada beberapa capaian yang berhasil diraih BPJS Kesehatan, dengan dukungan berbagai pemangku kepentingan yang diwujudkan dalam beberapa indikator. Dari aspek kepesertaan, per Januari 2022 jumlah kepesertaan Program JKN mencapai 235,7 juta jiwa atau sekira 86 persen dari total penduduk Indonesia. Seiring pertumbuhan kepesertaan JKN, BPJS Kesehatan memperluas akses layanan di fasilitas kesehatan. https://radarbanyumas.co.id/bpjs-kesehatan-ajak-peserta-skrining-kesehatan-cegah-risiko-penyakit-kronis/ "Sampai akhir Desember 2021, BPJS Kesehatan bekerja sama dengan 23.608 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), dan 2.810 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan," ujar Ghufron. Di masa pandemi covid-19, BPJS Kesehatan melakukan transformasi layanan, dengan menghadirkan pelayanan secara digital dan pemanfaatan teknologi revolusi industri 4.0. Bisa diakses peserta kapan saja dan di mana saja. Di antaranya antrean online, layanan telekonsultasi, dan pelayanan administrasi melalui Whatsapp (PANDAWA). Sampai akhir 2021, jumlah pemanfaatan pelayanan melalui PANDAWA mencapai 4,3 juta pemanfaatan. Terdiri dari layanan administrasi kepesertaan, dan informasi layanan. Selain itu, sistem antrean online yang terkoneksi dengan Mobile JKN, sudah mencapai 21.066 FKTP dan 1.433 rumah sakit. Hingga 31 Desember 2021, jumlah pemanfaatan pelayanan kesehatan terhadap kunjungan sakit dan kunjungan sehat sebanyak 392,9 juta kunjungan, atau sebanyak 1,1 juta per hari. Serta pemanfaatan skrining kesehatan selama 2021 sebanyak 2,2 juta skrining. Sementara itu, potensi rebound dalam pemanfaatan pelayanan kesehatan semakin terlihat pasca pandemi covid-19. (ely)

Tags :
Kategori :

Terkait