Ketua Panitia Balapan Formula E Sahroni menolak keinginan Kapolda Metro Jaya yang ingin menggunakan Sirkuit Formula E Ancol untuk balapan motor. (disway.id)
RADARBANYUMAS, JAKARTA - Ajang street race di Sirkuit Jakarta E-Prix di Ancol, Jakarta Utara, tidak diperbolehkan.
Tidak diperbolehkannya menggunakan sirkuit ini diketahui saat Sekjen Ikatan Motor Indonesia (IMI), Ahmad Sahroni menanggapi keinginan dari Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran untuk menggelar street race di Sirkuit Formula E di Ancol tersebut.
Sedianya, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil membuat ajang balapan jalanan ini akan menjadi wadah bagi para pembalap liar baik roda dua maupun roda empat untuk menuangkan hobi mereka.
Sedangkan lokasi ajang street race, digelar di Sirkuit Jakarta E-Prix.
Ahmad Sahroni beralasan bahwa dalam memberikan izin penggunaan sirkuit untuk balapan selain Formula E, pihak panitia harus mengacu pada aturan dari federasi balap internasional atau FIA (Federation Internationale de l'Automobile).
“Niat Kapolda saya rasa bagus, namun di dunia motorsport, regulasi balap apalagi yang mengenai keselamatan wajib dipatuhi. Nah dalam hal ini, kalau IMI yang punya aturan, maka tidak perlu pinjam, pasti akan kita kasih langsung," ujar Sahroni, Senin 27 Juni 2022.
https://radarbanyumas.co.id/gubernur-dki-jakarta-tampil-gagah-anies-jajal-mobil-balap-formula-e-katakan-sampai-jumpa-sabtu-ini-di-jakarta-e-prix/
"Namun karena sirkuit ini sudah dibangun atas standar FIA dengan mengikuti rules FIA untuk Formula E, maka kami harus sesuai dengan aturan,” ungkapnya.
Ketua Panitia Balapan Formula E Sahroni menolak keinginan Kapolda Metro Jaya yang ingin menggunakan Sirkuit Formula E Ancol untuk balapan motor. (disway.id)
Selain itu, Sahroni juga menjelaskan, bahwa sirkuit JIEC sudah distandarisasi oleh FIA sebagai sirkuit balap mobil saja, sehingga memang tidak aman untuk keselamatan bila digunakan untuk balap motor, apalagi ajang amatir.
“Selain itu, yang harus kita utamakan juga aspek keselamatannya, di mana sirkuit ini sudah distandarisasi FIA untuk balapan mobil saja," lanjut pria yang dijuluki Sultan Priok ini.
"Di sepanjang lintasan semua dibatasi oleh pagar beton, tidak ada area kosong, sehingga bila terjadi kecelakaan akan sangat berbahaya bagi pebalap motor. Siapa yang mau bertanggung jawab bila jatuh korban karena jelas kelalaian kita memilih lintasan yang tepat? Selain itu, selain faktor keselamatan, ada faktor potensi hukuman FIA juga yang kita harus pikirkan,” jelasnya.
Terakhir, Sahroni juga menyebut bahwa IMI akan berupaya memperbanyak event motorsport, khususnya bagi warga yang sesuai dengan regulasi dan kaidah balap yang berlaku.
“IMI dan pengelola JIEC juga tengah menyiapkan event-event balap yang sesuai dengan regulasi sirkuit. Ada beberapa turnamen balap mobil yang akan dilakukan di JIEC selain ajang Formula E. Intinya JIEC akan terus hidup sepanjang tahun meramaikan ajang Motorsport Indonesia,” tutup Sahroni.