BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID - Perajin rumah leluhur sedang sibuk merampungkan pesanan, dengan dibantu anak-anak perajin.
Di mana Rumah Leluhur diperuntukkan acara sembahyang Ceng Beng orang Tionghoa pada April mendatang.
Perajin rumah leluhur, Ari Desi mengatakan dalam proses mengerjakan lima pesanan rumah leluhur sampai dengan 5 April nanti.
BACA JUGA:Intervensi Kemiskinan, Pemkab Gelar Program Padat Karya dan Pelatihan Kerja
"Pengerjaan satu rumah leluhur paling cepat antara empat sampai lima hari," katanya, Senin (6/3).
Namun, adakalanya perajin mengalami kendala dalam mengerjakan pesanan rumah leluhur.
Biasanya hal yang membuat lama adalah mengelola bambu.
BACA JUGA:Jelang Puasa, Harga Cabai di Pasar Manis Purwokerto Fluktuatif
Pengelolaan bambu dipengaruhi oleh cuaca.
Ketika penghujan berimbas pada proses pengeringan bambu menjadi lebih lama.
Bambu juga menjadi rapuh, sehingga perajin rumah leluhur harus mengerjakan bambu lain lagi.
BACA JUGA:Kejuaraan Bulutangkis Sirnas A di Purwokerto Bakal Gunakan Tiga Gedung
Kadang menjadikan memakan waktu.
"Sulitnya, kalau kendala bambu dan cuaca, pengerjaan satu rumah leluhur paling lama lima belas hari," imbuh Ari Desi.
Agar menghasilkan rumah leluhur terbaik, maka pembuatan bagian pondasi harus kokoh.