JAKARTA - Penyebaran Covid-19 di Indonesia naik lagi dibandingkan sepekan terakhir. Dari laporan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 grafik berlahan mulai meninggi. Kasus aktif menjadi 464 orang yang terinfeksi per Kamis (12/5) kemarin.
Naiknya kasus aktif Covid-19 ternyata tidak berbanding lurus dengan jumlah kematian yang sebaliknya menurun. Hari ini hanya 14 kasus kematian. Sedangkan melihat dari spesimen yang ada sudah 167.339 yang sudah diuji, hasilnya 4.946 kasus dinyatakan suspek.
Provinsi DKI Jakarta masih menjadi episentrum penyebaran wabah mematikan ini. Hari ini ada 100 kasus dengan jumlah kematian 2 orang, sedangkan pasien sembuh mencapai 33 orang.
Disusul Jawa Barat dengan 54 kasus. Hari ini jumlah kasus sembuh naik menjadi 64 orang. Namun jumlah kematian lebih tinggi dari DKI Jakarta yakni 3 orang.
Jawa Timur masih menjadi daerah yang menempati posisi ketiga dengan 41 kasus baru Covid-19. Sementra jumlah pasien sembuh juga meningkat menjadi 32 orang, untuk yang meninggal 1 orang kasus.
Sementara itu Provinsi Banten penyebarannya belum menurun. Hari ini bertambah menjadi 39 kasus, sementara total sembuh hanya 3 kasus, untuk jumlah kasus kematian menjadi nihil.
Di tengah prokes yang terus digenjarkan, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengemukakan kebijakan pemerintah menambah tiga varian baru vaksin dalam program imunisasi dasar anak merupakan bagian dari transformasi layanan kesehatan primer.
”Kami menambah jumlah imunisasi wajib kepada masyarakat dari 11 menjadi 14 vaksin," kata Budi Gunadi Sadikin, saat menyampaikan keterangan pers secara virtual, Kamis (12/5).
Budi mengatakan tiga vaksin baru itu, yakni HPV untuk pencegahan kanker serviks bagi para ibu, PCV untuk pneumonia pada balita dan Rotavirus untuk pencegahan diare pada balita.
”Seluruh vaksin merupakan bagian dari imunisasi dasar,” katanya.
Menurut Budi vaksin HPV diberikan karena kanker serviks merupakan kanker kedua setelah payudara yang mengakibatkan kematian bagi para ibu dan wanita Indonesia.
https://radarbanyumas.co.id/meski-tak-ada-lonjakan-kasus-ppkm-tetap-diperpanjang/
”Karena kanker payudara belum ada vaksinnya, sedangkan kanker serviks sudah ada vaksinnya, kami berikan supaya kalau bisa kita mencegah,” katanya.
Untuk vaksin HPV dan Rotavirus ditargetkan menyasar anak usia di bawah lima tahun karena kematian anak yang paling banyak berasal dari infeksi, pneumonia dan infeksi diare. ”Penyebab kematian terbesar akibat infeksi di kalangan anak sudah ada vaksinnya, yakni PCV dan vaksin Rotavirus," katanya. (*/ttg)