Kepulangan Haji Disambut Haru
PURWOKERTO-Tangis pecah setelah para jamaah haji turun dari delapan bus di areal parkir GOR Satria Purwokerto, Jumat (22/9). Para jamaah haji langsung sujud syukur dan menangis saat menghampiri keluarga mereka yang sejak beberapa jam sebelumnya menunggu di pinggir pagar.
Bahkan beberapa diantara keluarga jamaah haji menggendong sanak familinya yang memang sudah berusia lanjut. Tibanya jamaah haji ini sebelumnya direncanakan sebanyak 355 jamaah, namun satu jamaah meninggal Tanah suci sehingga jumlah jamaah haji menjadi 354 jamaah.
HARU : Seorang jamaah haji mencium cucunya saat tiba di GOR satria Purwokerto kemarin (22/9). (DIMAS PRABOWO/RADAR BANYUMAS)
Hal tersebut diungkapkan Plt Kemenag Banyumas, Akhsin Aedi MAG kepada Radarmas, kemarin. Menurutnya jamaah haji yang meninggal yakni Hardiyo Wiryo Suharto (76) warga Desa Sibalung, Kecamatan Kemranjen.
"Hardiyo wafat lantaran serangan asma saat tengah menjalani rangkaian ibadah jumrah di Mina," katanya.
Ia melanjutkan, dalam kepulangan jamaah haji ini, 13 jamaah haji diturunkan di Kecamatan Sumpiuh karena kebanyakan dari daerah Sumpiuh dan sekitarnya. Sementara tiga lainnya langsung diantarkan ke rumahnya karena sakit.
"Yang langsung diantarkan ke rumahnya yakni Nasrudin dari Cilongok, Karsiyem dari Ajibarang dan Sopi'ah dari Jatilawang. Mereka diantarkan dengan menggunakan ambulan," jelasnya. Sementara kloter 48 sampai di GOR Satria sekitar pukul 15.00.
Ditanya mengenai salah satu jamaah yang masih berada di Mekkah, Masdar (76) jamaah haji asal Desa Grujugan, Kecamatan Kemranjen, masih mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Jeddah. Menurutnya, kepulangan Masdar naninya akan diikutkan dengan kloter-kloter terakhir.
"Bisa saja ikut SOC atau kloter terakhir. Karena sampai saat ini info yang diterima Masdar masih harus mendapatkan perawatan," paparnya. Mengenai biaya perawatan Masdar, biaya dibayarkan oleh pemerintah.
"Asalkan masih dalam musim haji ini, biaya ditanggung pemerintah," jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, dua jamaah haji asal Banyumas meninggal di Tanah Suci. Pada Kamis (17/8) lalu, Solichin (60) jamaah haji yang beralamat di Jalan Gerilya Timur, Kelurahan Purwokerto Kidul, Kecamatan Purwoketo Selatan meninggal. Solichin yang terdaftar dalam kloter 46 ini meninggal setelah mendapatkan perawatan intensif di RS al Anshor Madinnah lantaran mengalami stroke mendadak.
Jamaah haji kedua yang meniggal di Tanah Suci yakni Hardiyo Wiryo Suharto (76) warga Desa Sibalung, Kecamatan Kemranjen yang tergabung dalam kloter 47 rombongan 8 regu 4, Minggu (3/9). (ali/ttg)