[caption id="attachment_103677" align="aligncenter" width="500"] Ilustrasi[/caption] Terkait Iuran di SDN 1 Ketenger PURWOKERTO - Munculnya keluhan terkait penarikan iuran sebesar Rp 450 ribu di SDN 1 Ketenger yang dilakukan sepihak oleh sekolah, dibantah salah seorang wali murid. Menurut wali murid SDN 1 Ketenger, Supriyanto, memang ada iuran, namun sudah atas persetujuan wali murid. Dan jumlahnya sebesar Rp 230 ribu. "Sebelum ada ketentuan membayar iuran, sekolah mengadakan rapat untuk minta persetujuan wali murid. Mungkin wali murid yang mengeluhkan adanya iuran tidak ikut rapat. Tapi tidak mau bertanya. Jadinya seperti ini," katanya kepada Radarmas, Rabu (20/4). Dengan adanya kejadian tersebut, dia mengaku prihatin karena menyangkut nama baik guru dan sekolah. "Kebetulan saya yang mengkoordinasikan dalam pembayaran. Angka tersebut benar-benar tidak ada. Uang yang sudah terkumpul masih sama saya, karena memang belum terkumpul semua," katanya. Supriyanto merinci, anggaran Rp 230 ribu yang dikeluarkan wali murid untuk laminating dan foto kopi ijazah sebesar Rp 12 ribu, foto kelas enam untuk ijazah Rp 20 ribu, map dan ijazah 20 ribu, dan tambahan pelajaran selama satu tahun Rp 150 ribu. "Ini sudah sangat murah, kalau les diluar satu bulan bisa Rp 200 ribu. Ini juga atas kemauan wali murid," jelasnya. Kemudian untuk keterampilan ujian praktik masak sebesar Rp 10 ribu, penulisan ijazah Rp 15 ribu. "Total Rp 227 ribu. Berdasarkan kesepakatan wali murid dibulatkan Rp 230 ribu, yang Rp 3 ribu untuk menyokong pembelian snack," jelasnya. Diluar itu, untuk kenang-kenangan masing-masing wali murid ditarik iuran sebesar Rp 100 ribu. Rencananya uang tersebut akan dianggarkan untuk pembelian meja tenis, karena meja tenis yang ada di SDN 1 Ketenger rusak. "Saya sudah survei, untuk meja tenis harganya berkisar Rp 1,7 juta. Sisanya sekitar Rp 700 ribu untuk sewa mobil dan pembenahan ruang yang rusak. Kalau mejanya sudah diganti tapi ruangan rusak, nanti meja juga ikut rusak," katanya. Terpisah, Guru Kelas 6 SDN 1 Ketengger Siti Suciati juga mengatakan, sekolah maupun komite tidak membebankan wali murid untuk membayar iuran sampai Rp 450 ribu. Apalagi untuk ujian, karena ujian sudah tercover oleh dana BOS. "Buat apa kami tarik kembali, sudah ada BOS," katanya. Menanggapi hal itu, komite sekolah kembali akan mengundang wali murid untuk meluruskan iuran yang dibebankan kepada wali murid. Suciati juga menambahkan, pihaknya sudah dihubungi oleh UPK setempat untuk mengklarifikasi permasalahan tersebut. "Sebelum masalah tersebut berkembang, harus diluruskan. Kasihan kepala sekolah jika berita tidak benar tersebut berkembang," tegasnya. Keluhan terkait penarikan iuran berdasarkan SMS pembaca, dimana wali murid merasa keberatan dengan adanya iuran Rp 450 ribu untuk pembayaran ujian dan kenang-kenangan. (ida/sus)
Iuran Atas Persetujuan Wali Murid
Kamis 21-04-2016,11:33 WIB
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 11-10-2026,15:49 WIB
Babinsa Sisir Warga Agar Bansos di Banyumas Tepat Sasaran, Data Penerima Diperiksa Lewat Agen Perlinsos
Minggu 11-10-2026,13:36 WIB
Cegah Kebocoran Data, Pemkab Purbalingga Minta NIK Pemilih Pilkades Tak Dipajang Utuh
Minggu 11-10-2026,16:17 WIB
Warga Rawalo Banyumas Portal Jalan Garuda, Truk Pasir Dibatasi Imbas Jalan Rusak
Minggu 11-10-2026,17:10 WIB
Prajurit Keraton Surakarta Bakal Pawai di Festival Literasi Cilacap
Minggu 11-10-2026,11:10 WIB
Mahasiswa PPG FKIP UMP Berdayakan Ibu-Ibu Aisyiyah Bantarwuni melalui Diversifikasi Olahan Pisang
Terkini
Minggu 11-10-2026,17:28 WIB
Diduga Korsleting Listrik, Dapur Rumah Milik Guru di Tinggarjaya Cilacap Dilalap Api
Minggu 11-10-2026,17:10 WIB
Prajurit Keraton Surakarta Bakal Pawai di Festival Literasi Cilacap
Minggu 11-10-2026,16:53 WIB
Gagasan UMKM Antar Dua Siswi SMAN 2 Cilacap Raih Prestasi Nasional
Minggu 11-10-2026,16:53 WIB
Bumper Kendalisada Jadi Sekolah Nasional, Markas Pramuka Banyumas Geser ke Jalan Bung Karno
Minggu 11-10-2026,16:46 WIB