[caption id="attachment_96340" align="aligncenter" width="500"] Ilustrasi[/caption] Tunjangan Kesra PURWOKERTO - Tunjangan kesra untuk guru Wiyata Bakti (WB) SD, ternyata menimbulkan kecemburuan dari tenaga WB lain. Mereka meminta agar anggaran yang dialokasi oleh pemkab tidak hanya untuk guru, namun juga tenaga WB lain. Menurut salah satu penjaga sekolah di Kecamatan Banyumas yang enggan disebutkan namanya, seharusnya tidak hanya guru yang mendapatkan tunjangan kesra. Namun tenaga lain seperti operator, administrasi, penjaga sekolah dan lain-lain. "Jadi kalau kuotanya untuk 1.000 orang, maka jumlah itu harus dibagi secara merata. Baik untuk guru WB jenjang SD, SMP, SMA, penjaga sekolah, hingga tenaga honorer lainnya," jelas dia. Menurut dia, saat ini honor yang diterima para tenaga honorer masih sangat minim. Bahkan untuk honor penjaga sekolah di Banyumas, rata-rata antara Rp 250 ribu hingga Rp 300 ribu. Padahal sebagian dari mereka masa pengabdiannya sudah cukup lama. "Saya sudah mengabdi selama 10 tahun. Tapi belum ada perhatian apa-apa dari pemerintah," tambahnya. Selain itu, lanjut dia, tugas yang dibebankan kepada penjaga sekolah juga cukup berat. "Berangkat paling pagi dan pulang terakhir, karena untuk memastikan kondisi keamanan sekolah," ungkap dia. Dengan beban tugas yang tidak kalah dengan tugas guru, menurutnya, sudah selayaknya pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap keberadaan penjaga sekolah yang berstatus pegawai honorer. Ketua Paguyuban Honorer K-2 Kabupaten Banyumas Arif Widi P menuturkan, masih banyak tenaga honorer selain pendidik yang perlu perhatian dari pemerintah. "Saat ini tunjangan kesra hanya untuk guru WB SD, padahal banyak yang butuh perhatian," ujarnya. Terpisah, Kabid Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPTK) Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas Takdir Widagdo mengatakan, pemerintah daerah akan berupaya untuk mengalokasikan tunjangan kesra bagi seluruh tenaga honorer. Namun karena keterbatasan anggaran, pemberian dana tunjangan kesra dilakukan secara bertahap. "Saat ini baru menjangkau guru WB jenjang SD dan SMP Satu atap," ungkapnya. (ida/sus)
Anggaran Terbatas, Hanya Untuk WB SD
Kamis 21-01-2016,10:56 WIB
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 02-04-2026,11:19 WIB
Kejari Musnahkan Barang Bukti 27 Kasus Termasuk 3.414 Butir Obat Terlarang, Peredaran di Purbalingga Disorot
Kamis 02-04-2026,04:21 WIB
Yamaha Grand Filano Hybrid: Motor Irit yang Ternyata Punya Fitur ‘Tersembunyi’ Ini
Kamis 02-04-2026,08:21 WIB
Fitur Canggih Mitsubishi Destinator yang Bikin Nyetir Jadi Lebih Aman & Nyaman
Kamis 02-04-2026,15:18 WIB
Musrenbang RKPD Kabupaten Purbalingga, Pemkab Ditagih Janji Penertiban PKL di Zona Merah
Kamis 02-04-2026,09:21 WIB
Banyak yang Salah Kira, Ini Fakta Sebenarnya Tentang Chery Omoda 5 GT
Terkini
Kamis 02-04-2026,19:27 WIB
Penganiayaan Brutal di Kalibening, Keluarga Korban Tegaskan Tak Ada Damai
Kamis 02-04-2026,19:20 WIB
HUT ke-455 Banjarnegara Meriah, 45.500 Dawet Ayu Pecahkan Rekor MURI
Kamis 02-04-2026,19:13 WIB
Meriah! Kirab Budaya Banjarnegara Usung 5 Gunungan Penuh Makna
Kamis 02-04-2026,17:29 WIB
Bawaslu Purbalingga Paparkan Program 2026, DPRD Belum Dapat Data Capaian Pengawasan
Kamis 02-04-2026,16:17 WIB