17 Orang Meninggal Dunia PURWOKERTO - Hingga September 2015 lalu, jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Banyumas mencapai 286 orang. Yakni 187 orang terkena HIV, 99 orang AIDS. Dari seluruh penderita penyakit HIV/AIDS, 41,5 persen merupakan warga asal Kabupaten Banyumas. Sementara 58,5 persen dari 10 kabupaten/kota lain. "Dari jumlah tersebut, korban meninggal dunia mencapai 17 orang," kata Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas Dwi Mulyanto SKM MSi. Saat ini, dinas hanya bisa mendata hingga bulan September 2015, karena ada gangguan pada sistem informasi HIV/AIDS (SIHA) di Kementerian Kesehatan. "Akhir Januari mungkin sudah dapat diketahui," ujarnya. Dari data penderita HIV/AIDS sampai September 2015, asal Kabupaten Banyumas sebesar 41,5 persen, ssanya warga Kabupaten Cilacap 18,9 persen, Banjarnegara 13,2 persen, Purbalingga 6,6 persen, Kebumen 4,7 persen, Pemalang 3,8 persen, Tegal 1,9 persen, Ciamis 0,9 persen, Wonosobo 2,8 persen, Semarang 0,9 persen dan Jakarta 0,9 persen. "Sisanya sebesar 3,9 persen merupakan gabungan dari berbagai kabupaten lain yang jumlahnya sangat kecil. Tahun 2015 persentase warga asal Banyumas yang positif HIV/AIDS menurun dibandingkan dengan 2014 yang mencapai 47,1 persen," katanya. Dituturkan, meskipun dalam data jumlah penderita HIV/AIDS terbilang tinggi, namun penderita yang asli Banyumas tidak sampai 50 persen. Sebab, yang memeriksakan diri di Kabupaten Banyumas tidak hanya dari Banyumas tetapi juga dari kabupaten lain. "Dengan tingginya jumlah penderita HIV/AIDS, Kabupaten Banyumas masih menempati peringkat ketiga di Provinsi Jawa Tengah di awah Kota Semarang dan Solo," tuturnya. Dwi menambahkan, yang harus diwaspadai ibu rumah tangga sebab menempati angka tertinggi. Sementara untuk kategori usia, usia 25-34 tahun yang paling mendominasi dengan 45,3 persen. Kemudian usia 35-44 tahun mencapai 21,7 persen, usia 15-24 sebesar 15,1 persen, usia >45 tahun ada 10,4 persen, dan usia <15 tahun 7,5 %. "Makin banyaknya penderita HIV/AIDS, Perda HIV/AIDS bisa dijadikan payung hukum untuk mewajibkan pengunjung diskotek, panti pijat, dan sebagainya agar memeriksakan diri. Namum hingga kini Perda tersebut masih terus diproses," terangnya. (yda/sus)
286 Orang Mengidap HIV/AIDS
Jumat 08-01-2016,12:47 WIB
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 25-10-2026,12:36 WIB
Meningkat di Tahun 2025, Tingkat Kunjungan Wisata Kebumen Tembus 3,88 Juta
Minggu 25-10-2026,12:40 WIB
Lapangan Manunggal Gombong Bakal Dilengkapi Jogging Track
Minggu 25-10-2026,12:56 WIB
Persiapan Menuju PON 2028, Gunung Slamet Jadi Kawah Candradimuka Atlet Trail Run Jateng
Minggu 25-10-2026,13:53 WIB
Menaklukkan Lintasan Slamet Trail Run 2026: Kala Jalur Ekstrem Berjumpa Keramahan Warga
Minggu 25-10-2026,12:48 WIB
Hujan Singkat Turun di Sejumlah Wilayah Kebumen
Terkini
Minggu 25-10-2026,18:35 WIB
100 Warga Ikuti Screening HPV, DS Link Kroya Gelar Cek Kesehatan Gratis
Minggu 25-10-2026,17:21 WIB
Uji Coba Persibangga vs PSCS Batal, Laskar Jenderal Soedirman Hajar Juara Liga Askab Purbalingga 10-1
Minggu 25-10-2026,17:13 WIB
Dinpendukcapil Purbalingga Dorong Aktivasi IKD untuk Jadi Agen Perlinsos, Bantu Warga Daftar Bansos 2027
Minggu 25-10-2026,17:01 WIB
Bakesbangpol Purbalingga Soroti Minimnya Pembaruan Data Ormas, Laporan Wajib Tiap Enam Bulan
Minggu 25-10-2026,15:50 WIB