Anett Kontaveit sukses menembus delapan besar ranking dunia dan berhak tampil di ajang bergengsi akhir tahun di WTA Finals. Satu tempat di WTA Finals itu dipastikan setelah Kontaveit merengkuh gelar juara di Transylvania Terbuka atau Transylvanian Open dengan menumbangkan mantan rangking satu dunia Simona Halep, Minggu (31/10).
Petenis 25 tahun itu mengatakan kepercayaan diri yang besar menjadi faktor yang membuatnya mampu mengalahkan Halep. Kontaveit menang cukup mudah melalui straight set 6-2, 6-3.
Kemenangan itu mengatar petenis Estonia tersebut masuk 10 besar ranking dunia untuk pertama kalin sepanjang karirnya. Yakni di peringkat delapan. Itulah tempat terakhir bagi seorang petenis yang berhak tampil di WTA Finals.
"Saya masih tidak yakin dengan apa yang terjadi!" kata Kontaveit kepada wartawan seperti dikutip Reuters, Senin.
"Saya senang bisa bermain sangat baik dan memenangi final ini. Itu fokus utama dan saya sangat bangga kepada diri saya sendiri," tambahnya.
Kemenangan ke-26 Kontaveit dalam 28 pertandingan terakhirnya itu membuatnya menyisihkan petenis Tunisia Ons Jabeur dari tempat terakhir WTA Finals akhir musim ini.
"Maaf, Ons, aku harus melakukan ini," seloroh Kontaveit dengan bercanda di lapangan setelah mencatat kemenangan pertama dalam kariernya atas Halep.
https://radarbanyumas.co.id/djokovic-bisa-dilarang-main-di-australia-terbuka/
Jabeur menyelamati Kontaveit di Twitter dan mem-posting foto di mana dia dengan bercanda mencekik petenis Estonia itu sambil berkata, "Untuk sementara ini, itulah yang ada di kepalaku,".
Dalam cuitan terpisah, dia berkata: “Permintaan maaf diterima, tapi sampai jumpa di Guadalajara."
WTA Finals akan berlangsung di Meksiko pada 10-17 November setelah dipindahkan dari Shenzhen karena pembatasan perjalanan dari pemerintah Tiongkok berkaitan dengan pandemi COVID-19.
Petenis nomor satu dunia Ashley Barty telah memutuskan tidak ambil bagian, dan Kontaveit akan bergabung dengan Aryna Sabalenka, Barbora Krejcikova, Karolina Pliskova, Maria Sakkari, Iga Swiatek, Garbine Muguruza, dan Paula Badosa di Guadalajara. (*/can/jpc)