Akhiri Dahaga 10 Bulan

Senin 26-11-2018,15:15 WIB

Fajar/Rian Juara Syed Modi IBC 2018 LUCKNOW - Ganda putra pelapis, Fajar Alfian/M. Rian Ardianto memenuhi janji mereka; menjuarai Syed Modi International Badminton Championships (IBC) 2018. Mereka menaklukkan wakil tuan rumah, Satwiksairaj Renkireddy/Chirag Shetty, 21-11, 22-20 pada laga final yang berlangsung di Babu Banarasi Das Indoor Stadium, Lucknow, India. Kemenangan itu menjadi sangat penting bagi Fajar/Rian. Sebab, mereka sudah cukup lama tidak mendulang gelar kembali di BWF Tour 2018. Terakhir kali menggenggam gelar ketika mereka juara di Malaysia Masters, akhir Januari silam.  Sejatinya mereka berpotensi mendulang dua gelar di final lainnya. Yakni German Open dan Asian Games 2018. Tetapi, mereka hanya sanggup mengakhiri final sebagai runner up. Meskipun pintu menuju BWF Tour Finals sudah tertutup bagi mereka, kemenangan di Syed Modi IBC kali ini bisa mengangkat moral mereka, sekaligus peringkat dunia di ganda putra. Selanjutnya, menjadi modal mereka menyongsong perebutan poin menuju Olimpiade 2020 Tokyo. Namun, penampilan Fajar/Rian bukannya tanpa celah, mereka masih belum konsisten di setiap turnamen. Tetapi, penampilan mereka di final kemarin memberikan dampak positif. Khususnya saat set kedua ketika mereka tertinggal 17-20 dari lawan, dan mampu membalikkan kedudukan menjadi 22-20. “Banyak pelajaran yang bisa diambil dari penampilan kami di turnamen ini. Saat ketinggalan saja kami bisa menyusul dan menang,” sebut Rian dalam surat elektronik PP PBSI tadi malam. Selanjutnya, mereka masih dijadwalkan untuk tampil di Korea Masters yang berlangsung mulai besok. Thomas Indratjaja, pelatih ganda putra yang turut mendampingi di India, salut dengan penampilan Fajar/Rian. Menurutnya, secara mental bertandingan, pasangan peringkat 7 ganda putra dunia itu sangat bagus. “Gelar yang mereka raih juga bisa meningkatkan moral mereka untuk menghadapi turnamen berikutnya,” kata Thomas. Indonesia sebenarnya punya kans untuk membawa dua gelar dari India.  Namun, pasangan ganda campuran, Rinov Rivaldy/Phita Haningtyas Mentari tak mampu mengatasi pasangan Tiongkok, Ou Xianyi/Feng Xuenying. Mereka kalah, 20-22, 10-21 dalam waktu 33 menit. Menurut Nova Widianto, pelatih ganda campuran Indonesia, anak didiknya kehilangan fokus dan pola permainan mereka.  “Anak-anak mainnya masih buru-buru, padahal pemain cewek Tiongkok (Feng Xuenying, Red) gak terlalu bagus,” sebutnya. Dengan usia Rinov/Mentari yang masih 19 tahun-an, tentu prospek ganda campuran Indonesia masih cerah. Apalagi Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir bakal berpisah, seiring keputusan Liliyana untuk pensiun. (nap)

Tags :
Kategori :

Terkait