KEBUMEN–Pengangguran di Kabupaten Kebumen kini mencapai 33 ribu orang. Adapun jumlah TKI saat ini tercatat sebanyak 1.645 orang. Mereka sebagian besar menempati sektor informal yang tersebar di sejumlah negara seperti Malaysia, Hongkong, Taiwan, dan Singapura. Malaysia menjadi negara paling banyak menjadi sasaran TKI yaitu mencapai 70 persen. Hal tersebut menjadi sorotan serius Deputi Bidang Penempatan, Direktorat Sosialisasi dan Kelembagaan Penempatan pada Badan Nasional Penempatan dan Pèrlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Agusdin Subiyantoro. Menurut Agusdin, bekerja di Malaysia dengan gaji sekitar Rp 3,5 juta per bulan sebenarnya tak jauh beda dengan bekerja di kota besar seperti Tangerang, Jakarta dan Bekasi. UMR Jakarta kini sudah mencapai Rp 3.1 Juta meskipun di Kebumen baru Rp 1,3 Juta. Padahal TKI di Malaysia bekerja sebagai tukang kebun, karyawan pabrik elektronik, atau perabot rumah tangga. Pihaknya pun menekankan pentingnya memperketat orang yang hendak bekerja ke luar negeri untuk mencegah TKI non prosedural. "Dan itu harus dimulai dari tingkat desa," pintanya. Tahun ini terjadi lonjakan sumbangan cukup besar dari TKI ke Indonesia, mencapai Rp 130 triliun. Adapun tahun 2014 baru Rp 100 triliun. Kini di Indonesia menempati urutan keempat setelah India yang mencapai tujuk kali lipat, Cina enam kali lipat dan Pilipina tiga kali lipatnya. Sumbangan dari TKI itu langsung dimanfaatkan untuk kebutuhan ekonomi keluarga seperti membangun rumah dan membeli kendaraan. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakertransos) Kabupaten Kebumen Dwi Suliyanto yang mewakili Pj Bupati Kebumen Arief Irwanto mengapresiasi adanya sosialisasi tersebut. Penanggung Jawab Program Forum Masyarakat Sipil (Formasi) Kebumen Fuad Habib berharap pencegahan TKI non prosedural memberi dampak bagi pembangunan Kebumen yang angka kemiskinan dan penganggurannya tinggi. (mam)
33 Ribu Warga Kebumen Nganggur
Sabtu 02-01-2016,11:27 WIB
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 07-07-2026,19:01 WIB
Jateng Boyong Enam Penghargaan Adinata Syariah 2026, Taj Yasin Percepat Kawasan Industri Halal
Selasa 07-07-2026,19:17 WIB
Api Tungku Kayu Tak Sepenuhnya Padam, Satu Rumah di Pagerandong Ludes Terbakar
Selasa 07-07-2026,18:20 WIB
Mahasiswa UMP Bangun Sistem Air Pintar di Desa, Teknologi IoT Perkuat Ketahanan Lingkungan Banjarparakan
Selasa 07-07-2026,21:33 WIB
UMP Jadi Tuan Rumah Tabligh Akbar Tahun Baru Islam 1448 H, Perkuat Dakwah dan Kebangkitan Ekonomi Muhammadiyah
Rabu 08-07-2026,11:06 WIB
Radar Cuaca BMKG Resmi Beroperasi di Cilacap, Cuaca Ekstrem Bisa Dipantau Real Time
Terkini
Rabu 08-07-2026,16:08 WIB
Merchant QRIS Banyumas Tembus 362 Ribu, Transaksi Digital Tumbuh Pesat di Banyumas Raya
Rabu 08-07-2026,15:11 WIB
Kekeringan Banyumas Meluas, Lima Desa dan Kelurahan Krisis Air Bersih, 4.664 Warga Terdampak
Rabu 08-07-2026,14:54 WIB
Target PTSL Banyumas Capai 16.830 Bidang, Kantor Pertanahan Optimistis Rampung Tahun Ini
Rabu 08-07-2026,14:47 WIB