Taufiq R Abdullah: Sikap Intoleransi Harus Diwaspadai

Kamis 03-12-2020,08:54 WIB

Anggota MPR RI Taufiq R Abdullah Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Banjarnegara BANJARNEGARA - Masyarakat diminta mewaspadai sikap intoleransi yang sering dilancarkan pihak-pihak tertentu. Sikap intoleran ini berpotensi memecah-belah kerukunan dan persatuan di tengah masyarakat. Untuk mencegah munculnya sikap intoleran, masyarakat diajak untuk terus memperkuat jati diri aslinya sebagai bangsa yang besar, saling menghargai, senang bekerjasama dan gotong royong. Kerukunan dan persatuan ini tidak boleh porak-poranda akibat perilaku sebagian kecil anggota masyarakat yang terpengaruh paham keagamaan baru yang senang menyalah-nyalahkan, mengkafirkan orang lain, bahkan ada yang ingin mengganti ideologi bangsa. https://radarbanyumas.co.id/sempat-tertimbun-longsor-jalan-nasional-banjarnegara-wonosobo-bisa-dilalui-kembali/ Hal tersebut disampaikan anggota MPR RI Taufiq R Abdullah saat Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Banjarnegara baru-baru ini. Sosialisasi diikuti oleh sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda. Sosialisasi dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Antara lain mengenakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Menurut Taufiq, sikap intoleransi harus diantisipasi dan dicegah agar tidak menyebar dan menimbulkan perpecahan bangsa. Belum lagi munculnya paham radikal dari luar yang menyasar kepada kaum muda di Indonesia. Tentunya hal ini harus dicegah sedini mungkin. Paham radikalisme tersebut merupakan akar dari terorisme yang terjadi di negara kita. "Pencegahan harus dilakukan sedini mungkin. Para generasi muda harus ditanamkan pendidikan kewarganegaraan yakni empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika," kata anggota DPR RI dari Dapil VII Jawa Tengah yang meliputi Purbalingga, Banjarnegara dan Kebumen ini. Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengingatkan kembali perjuangan para pendiri bangsa yang telah berupaya untuk menyatukan berbagai suku, bangsa, golongan dan agama di dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Pancasila. Sebagai Pemuda sebagai generasi penerus bangsa perlu didorong untuk mengimplementaskan nilai-nilai luhur seperti toleransi antar umat beragama, gotong-royong dan kebebasan yang bertanggung jawab. Hal ini agar mencegah potensi berkembangnya radikalisme. Dikatakan, penanaman nilai-nilai ideologi Pancasila menjadi keharusan, karena sejatinya inilah wujud jati diri bangsa Indonesia yang terpatri dalam jiwa nasionalisme. Karena Pancasila adalah ideologi final bangsa Indonesia. Setelah sosialisasi ini, para tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda diminta untuk memberikan pemahaman empat pilar kebangsaan tersebut kepada pemuda dan warga yang berada di lingkungan sekitar tempat tinggalnya. (drn/)

Tags :
Kategori :

Terkait