Penetapan APBD Perubahan Diwarnai Demo

Selasa 30-07-2019,22:00 WIB

DEMONSTRASI : Sekitar 75 mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Cilacap demontrasi di halaman DPRD Kabupaten Cilacap, Senin (29/7). NASRULLOH/RADARMAS CILACAP-Paripurna Penetapan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Perubahan 2019 diwarnai demontrasi sekitar 75 mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Cilacap. Meski dilakukan setelah paripurna selesai, demontrasi yang dilakukan di luar gedung DPRD, Senin (29/7) pukul 13.00 tersebut menjadi perhatian masyarakat dan anggota DPRD yang masih berada di gedung DPRD. Ketua Cabang PMII Kabupaten Cilacap, Khaerul Anam mengungkapkan, pihaknya memberikan catatan merah kepada anggota DPRD periode 2014-2019. "Kami menyoroti kinerja DPRD, yang dalam perencanaan APBD hanya fokus pada pembangunan infrastruktur," ucap dia. Dia meminta kepada DPRD periode 2019-2024 untuk lebih selektif dalam mengesahkan kebijakan-kebijakan. Supaya tidak hanya berorientasi pada infrastruktrur tetapi juga pada suprastruktur. "Kami melihat Pemerintah Kabupaten Cilacap tidak perhatian terhadap kepemudaan. Ada beberapa organisasi kepemudaan yang biasanya mendapatkan anggaran, tahun ini sama sekali tidak mendapatkan anggaran," jelasnya. Satu jam sebelumnya Pemerintah Kabupaten Cilacap dan DPRD Kabupaten Cilacap menetapkan rancangan berita acara persetujuan bersama tentang Raperda Perubahan APBD Kabupaten Cilacap tahun 2019. Laporan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Cilacap yang dibacakan anggota Banggar, Suheri menyampaikan, dalam anggaran perubahan 2019, pendapatan daerah yang semula Rp 3,182 trilyun bertambah Rp 106,82 milyar. Sehingga jumlah pendapatan setelah perubahan sebesar Rp 3,289 trilyun. Sedangkan anggaran belanja, yang semula dianggarkan Rp 3,352 triliun, bertambah menjadi Rp 214,3 miliar, sehingga total jumlah belanja setelah perubahan menjadi Rp 3,566 triliun. "Ada defisit setelah perubahan yakni sebesar Rp 277,3 miliar," ungkapnya. Sementara untuk pembiaayaan pada poin penerimaan yang semula direncanakan sebesar Rp 191,6 miliar bertambah Rp 110,5 miliar, sehingga jumlah penerimaan pembiayaan setelah perubahan menjadi Rp 302,1 miliar. Sedangkan untuk pembiayaan pada poin pengeluaran yang semula direncanakan Rp 21,7 miliar, bertambah Rp 3 miliar, sehingga total pengeluaran pembiayaan setelah perubahan menjadi Rp 24,7 miliar. Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji Bupati berkomitmen akan semaksimal mungkin agar alokasi dana pada kegiatan Perubahan Anggaran APBD Kabupaten Cilacap 2019 dapat terserap dengan baik. Mengingat ketersediaan dana pada perubahan APBD Tahun Anggaran 2019 sangat terbatas. "Alokasi anggaran yang ada digunakan untuk kegiatan yang mendesak dan berpihak pada kebutuhan rakyat banyak, dengan tetap memperhatikan skala prioritas yang ada," jelasnya. (nas)

Tags :
Kategori :

Terkait