CILACAP- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap diharapkan dapat memberikan perhatian khusus kepada sektor usaha kecil, mikro, dan menengah atau UMKM yang bergerak di kerajinan batik Cilacap. Pasalnya, hasil produksi industri kreatif warga Cilacap tersebut, dinilai bisa menjadi salah satu komoditas souvenir di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun 2016 . Ketua Klaster Batik "Wijayakusuma" Cilacap, Ansar Basuki Balasikh menyatakan kerajinan batik bisa menjadi motor penggerak perekonomian kreatif warga. Menurutnya, perajin batik berdampak positif dalam penyerapan tenaga kerja, baik di tingkat teknis sampai pemasaran. Ia pun mencontohkan jika masing-masing 1 kecamatan ada 1 pengrajin maka terbuka lapangan kerja untuk 240 orang, dengan perhitungan 1 pengrajin menyerap 10 orang pekerja. "Dengan potensi ini, batik Cilacap membutuhkan dukungan semua pihak. Sedang di sisi lain, batik juga bisa menjadi identitas daerah," ujar Ansar pada Radar Banyumas. Pada Pemkab Cilacap, para pengrajin batik berharap dapat memberi dukungan berupa penggunaan batik produksi Cilacap sebagai seragam di lingkungan dinas, organisasi, juga sekolah. Pasalnya, penyerapan utama memang perlu diutamakan ke Cilacap sendiri dahulu agar perajin batik dapat bertahan dan tak mengalami gulung tikar. Saat daya struktur ekonomi pengrajin semakin kuat, identitas daerah tertandakan lewat batik, produksi industri kreatif ini kedepannya bisa menjadi salah satu komoditas souvenir dan unggulan di pasar bebas. "Batik Cilacap tidak kalah dengan batik tulis dari daerah lain. Baik dari kualitas maupun coraknya. Harapan besar pengrajin, Kabupaten Cilacap mampu menjadi slah satu sentra batik besar seperti halnya pekalonganm solo dan cirebon," terangnya. Terpisah, Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji, menyatakan siap mendukung para pengrajin batik di Cilacap bisa mandiri di bidang industri kreatif. Dukungan yang bisa dilakukan, kata dia, yakni melalui dinas-dinas untuk menggunakan batik produksi Cilacap. Klaster batik Cilacap juga diminta Bupati, dapat membuat para pengrajin saling berhubungan secara intensif dan membentuk partnership juga maikn tersebar di berbagai wilayah Cilacap. "Tentu Pemkab wajib mendukung. Tentu, hal ini perlu diimbangan dengan kualitas produk yang semakin baik. Karena batik mewakili identitas daerah," ujarnya. Pihak legislatif pun, yakni Ketua DPRD Kabupaten Cilacap, Taufik Nurhidayat menyatakan perlunya dukungan Pemkab terhadap industri kreatif batik perlu dioptimalkan. Taufik meyakini batik Cilacap bisa menjadi komoditas yang dicari orang, khususnya dari luar daerah, ataupun dari luar negeri. Secara tekhnis, hal ini bisa mulai dilakukan dengan menjadikan batik Cilacap oleh Pemkab sebagai souvenir bagi tamu-tamu kedinasan dari daerah lain. (ziz)
Pengrajin Batik Desak Dukungan Pemkab
Sabtu 09-01-2016,11:24 WIB
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 04-06-2026,17:01 WIB
Koperasi di Purbalingga Wajib Berpredikat Sehat Jika Ingin Jalin Kerja Sama dengan Lembaga Lain
Kamis 04-06-2026,16:20 WIB
Satgas Pangan Cek Harga dan Takaran MinyaKita di Cilacap Sesuai Ketentuan
Kamis 04-06-2026,15:15 WIB
Cilacap Targetkan 41.502 Produk UMKM Bersertifikat Halal Sebelum Oktober 2026
Kamis 04-06-2026,19:22 WIB
Pengguna Keluhkan Jalan Kejayan-Bocor, DPUPR Siapkan Pengaspalan
Kamis 04-06-2026,15:59 WIB
Dinas Arpus Cilacap Selamatkan 240 Arsip Bersejarah Eks Patal
Terkini
Jumat 05-06-2026,11:25 WIB
Groundbreaking Disway Center, Harian Disway Siapkan Kantor Baru untuk Disway, DBL Indonesia, dan Persebaya
Jumat 05-06-2026,11:17 WIB
Karyawan dan Guru Merapat! UT Purwokerto Beri Solusi Kuliah yang Nggak Bikin Pusing
Jumat 05-06-2026,11:08 WIB
Enam Remaja Terseret Ombak di Pantai Menganti Kisik Cilacap, Dua Orang Masih Dicari
Jumat 05-06-2026,10:32 WIB
HUT ke-25 Purbasari Pancuran Mas, Fokus Tingkatkan Layanan dan Perawatan Wahana
Jumat 05-06-2026,10:08 WIB