PURBALINGGA - Pasca jebol dua tahun lalu, hingga kini Bendung Suro Sungai Karang belum juga diperbaiki. Kondisi ini membuat petani Desa Grantung, Kecamatan Karangmoncol, kelabakan. Pasalnya, sekitar 80 persen penduduk desa merupakan petani yang sangat bergantung dari irigasi Sungai Karang.
“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah untuk segera memperbaiki Bendungan Suro, sehingga petani tidak lagi kesulitan mendapatkan air saat musim tanam," kata Ketua Kelompok Tani Nara Tani Desa Grantung, Rahmat Sutanto.
MANGKRAK : Bendungan Suro tidak juga diperbaiki, padahal jebol sejak dua tahun lalu. Kondisi ini membuat petani kesulitan, karena mayoritas mengandalkan pengairan sawah dari bendungan.GALUH WIDOERA/RADARMAS
Sejak jebol dua tahun lalu, bendungan belum diperbaiki secara permanen. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah melakukan penanganan sementara berupa membuat bronjong di tepi jembatan dekat bendungan.
Bronjong dibangun agar aliran sungai mengalir ke saluran irigasi. Sayangnya debit air yang mengalir tidak sesuai dengan yang diinginkan petani.
"Sekarang masih pakai irigasi darurat dengan membendung air pakai bronjong. Tapi air tidak mengalir maksimal. Kami berharap ada perbaikan permanen pada bendungan," kata Kades Grantung, Soko Nur Adin.
Nur Adin menuturkan, tanggul jebol pada akhir 2015 lalu. Bendungan sepanjang 90 meter jebol pada bagian tengahnya karena diterjang banjir.
“Bendungan merupakan bangunan lama dan diperbaiki pada 2009 untuk mengairi sawah seluas 110 hektare di wilayah Desa Grantung. Lalu rusak lagi di tahun 2015,” katanya. (gal/sus)
Foto :