Tunggakan Raskin Karangmoncol Capai Rp 30 Juta

Sabtu 20-02-2016,11:07 WIB

Tim Teknis Curiga Ada Ulah Oknum di Desa PURBALINGGA- Persoalan yang membelit program beras untu keluarga miskin (Raskin) tahun 2016 nyaris masih klasik. Tunggakan pembayaran dari beberapa desa masih terjadi. Kecamatan Karangmoncol menduduki posisi tertinggi dalam menunggak raskin yang mencapai Rp 30 juta lebih. Dari data Jumat (19/2) yang dimiliki Gudang Bulog Karangsentul, jumlah tunggakan itu dari total 13 desa di 6 kecamatan, yaitu Kemangkon, Bukateja, Bojongsari, Karanganyar serta Kecamatan Karangmoncol. Bahkan untuk 3 desa masing- masing Desa Kaligondang, Kabunderan (Karanganyar) dan Desa Baleraksa, belum melunasi tunggakan sepeserpun. “Update data kami sampai kemarin, masih ada tunggakan se Kabupaten Purbalingga sebesar Rp 61.961.000. Melalui dinas terkait sudah dikoordinasikan. Sampai saat ini belum ada kabar kepastian pelunasan,” rinci Kepala Gudang Bulog Purbalingga, Puji Priyono kepada Radarmas, Jumat (19/2) usai menerima tim verifikasi raskin Kabupaten Purbalingga. Menanggapi kondisi ini, Ketua Tim Teknis Raskin Kabupaten Purbalingga, Ir Lily Purwati mengatakan akan memberikan sanksi kepada desa penunggak. Yaitu tidak akan diberikan distribusi raskin jika belum melunasi dan membayar di depan biaya raskin bulan Februari ini. “Jadi sebelum penyaluran raskin Februari yang dijadwalkan pada Senin (22/2), desa dimaksud harus terbukti lunas dan membayar di depan biaya raskin Februari. Karena kami tahu, bukan penerima raskin yang belum bayar. Namun adanya ulah oknum yang menggunakan uang itu untuk kepentingan lain,” papar Lily. Pihaknya sudah berupaya memberikan sosialisasi dan membenahi desa- desa langganan penunggak raskin. Hanya saja, usai dilunasi, bulan depan akan kembali diulangi. Uang pembayaran raskin dari penerima belum disetorkan. “Kami tidak mau penerima sasaran raskin yang dirugikan hanya karena ulah segelintir oknum di desa. Karenanya, segera kita dorong untuk melunasinya,” tegasnya. Usai melakukan verifikasi beras di gudang Dolog Karangsentul Purbalingga, Lily mengklaim kualitas beras bulan medium namun premium. Jadi jika ada penerima raskin saat ini yang menjual kembali beras yang diterimanya, justru akan merugi. “Beras raskin saat ini sudah bagus kualitasnya. Jika dijual harga murah perkilonya, maka penerima akan merugi, karena uang hasil penjualan itu untuk membeli beras umum yang harganya justru lebih mahal di kisaran paling murah Rp 9000 tergantung jenis berasnya. Jadi kami minta beras raskin dikonsumsi sendiri saja,” paparnya. Data yang dihimpun Radarmas dari Kepala Gudang Dolog Purbalingga, saat ini stok beras raskin hanya mencukupi sampai Maret mendatang. Sisanya ke sembari menunggu serapan kembali dan Bulog optimis bisa memenuhinya. Karena tak lama lagi akan ada panen padi besar. Atas dasar itu maka bulog Purbalingga siap memenuhinya. (amr) Bagus : Kualitas raskin hasil sampling Tim Monev Kabupaten dan koordinator teknis, Jumat (12/2) dinilai lebih bagus.

Tags :
Kategori :

Terkait