Kondisi akibat banjir. Jalan rusak. BPBD for Radar Banyumas
BANYUMAS - Wilayah Kecamatan Lumbir menjadi terdampak cuaca ekstrim berupa banjir.
Budi Nugroho, Kepala Pelaksana BPDB Banyumas saat melalukan monitoring Di Desa Lumbir Kecamatan Lumbir (26/6/2022) menjelaskan, hujan yang mengguyur hampir seluruh wilayah Kabupaten Banyumas dengan curah hujan yang tinggi menyebabkan terjadinya banjir luapan di empat desa, delapan tanah longsor, dan dua pohon tumbang akibat angin kencang.
Budi Nugroho, mengatakan, penyebab terjadinya serangkaian bencana tersebut dikarenakan intensitas hujan yang tinggi dan hampir merata terjadi di Banyumas.
Berdasarkan data BPBD Banyumas hingga update pukul 02.50 WIB, untuk banjir luapan terjadi di Desa Pekunden Kecamatan Banyumas, Desa Kalisube Kecamatan Banyumas, Desa Sawangan Kecamatan Kebasen, dan Desa Cingebul Kecamatan Lumbir.
Sementara tanah longsor terjadi di Desa Cihongje RT 2 RW 13 Kecamatan Gumelar, Desa Dermaji Kecamatan Lumbir tiga titik, Desa Karanggayam RT 6 RW 6 Kecamatan Lumbir, Desa Lumbir RT 1 RW 2 Kecamatan Lumbir, Desa Krajan RT 3 RW 3 Kecamatan Pekuncen, Desa Kedunggede Kecamatan Lumbir, Desa Rempoah RT 3 RW 5 Kecamatan Baturraden, dan tanah bergerak di Kelurahan Sumampir Purwokerto Utara
Lalu angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang di Desa Paningkaban RT 5 RW 2 Kecamatan Gumelar dan Desa Rempoah RT 1 RW 4 Kecamatan Baturraden.
"Itu ada 14 titik yang sudah kita assesment, dan hari ini rencana kita sudah usul ke pak Bupati untuk diassesment dengan dinas terkait untuk tindak lanjutnya karena beberapa fasilitas umum yang rusak seperti di Binangun jalan Kabupaten, karena ada yang tergerus sehingga tidak bisa dilewati roda empat," katanya kepada Radarbanyumas.co.id, Senin (27/6).
https://radarbanyumas.co.id/500-jiwa-mengungsi-tiga-dusun-di-bantarsari-cilacap-terendam-banjir/
Budi juga menghimbau,dengan kondisi cuaca yang masih sering terjadi hujan ini meski sudah terbilang memasuki musim kemarau, agar masyarakat tetap dapat meningkatkan kewaspadaan.
"Tentunya kita berharap kewaspadaan masyarakat, kemudian dari situasi lingkungan RT atau RW kewaspadaan itu terogranisir, jadi jika ada sesuatu kejadian bisa diantisipasi dengan baik," pungkasnya. (win)