KEBERSAMAAN: Sarati Banten membawa tumpeng untuk makan bersama usai persembahyangan di Pura Pedaleman Giri Kendeng, Sabtu (18/6). (FIJRI/RADARMAS)
SOMAGEDE - Umat Hindu melakukan persembahyangan bersama dalam rangka Hari Raya Kuningan di Utama Mandala Pura Pedaleman Giri Kendeng, Klinting, Somagede pada Sabtu (18/6).
Perayaan Kuningan dihelat selang sepuluh hari dari Galungan. Persembahyangan tepat pada wluku Kuningan.
Slamet Raharjo selaku Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Banyumas sekaligus Pemangku Pura Padelaman Giri Kendeng menyampaikan di hari yang disucikan umat diminta untuk instropeksi diri.
"Memantapkan arti sebuah kemenangan. Mampu menguasai kekacauan pikiran di dalam diri. Itulah kemenangan sesungguhnya di Hari Raya Kuningan," jelas Slamet.
Lebih lanjut Slamet menerangkan kemenangan sejati dengan cara menjabarkan nilai dharma. Diantaranya kedamaian, karma, ego dan tat twam asi atau aku adalah kamu, semua bersaudara.
Acara Hari Raya Kuningan dihelat lebih sederhana. Tidak ada penjor di halaman depan dan pintu masuk Pura sebagaimana ketika Galugan. Demikian juga dengan sesaji yang lebih sedikit.
Hari Raya Kuningan ditutup dengan tumpengan. Umat Hindu makan bersama menikmati tumpeng lengkap beserta lauk pauknya di madya mandala pura.
https://radarbanyumas.co.id/perayaan-kuningan-dirayakan-secara-sederhana-di-pura-pedaleman-giri-kendeng-klinting-kecamatan-somagede/
"Bersaudara tidak hanya sesama manusia. Tumbuh-tumbuhan, binatang, makhluk yang kelihatan dan tidak terlihat semua bersaudara. Sehingga, tidak diperkenankan untuk saling menyakiti," tutup Slamet. (fij)