3.720 Orang di Banyumas Positif Tuberkulosis

Senin 28-03-2022,15:04 WIB

PURWOKERTO - Penemuan kasus Tuberkulosis (TB) selama 2021 di Banyumas cukup tinggi. Dalam workshop TBC - Day di Purwokerto, dipaparkan dari estimasi kasus TB tahun 2021 sebanyak 3.951 kasus, ternotifikasi sebanyak 3.720 kasus. Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Banyumas dr Arif Sugiono menyampaikan, situasi TB di Kabupaten Banyumas tahun 2021 dari estimasi kasus TB 3.951 kasus yang ternotifikasi kasus TB sebanyak 3.720 kasus, dengan cakupan pengobatan sebanyak 95 persen. Untuk TB resistan obat (RO) tahun 2021 53 kasus dan 43 pasien TB RO yang memulai pengobatan. Secara khusus, TB anak tahun 2021 ditemukan 410 kasus dan TB HIV 59 kasus dengan keberhasilan pengobatan total pasien TB 81 persen. "Sebagai pembanding untuk tahun ini sampai triwulan pertama dari estimasi kasus 3.946 ternotifikasi sampai Kamis (24/3) sebanyak 827 kasus, dengan penemuan TB RO 12 kasus," katanya. Arif mengungkapkan, pihaknya secara khusus untuk TB RO bersama jajaran Pemkab Banyumas dan rumah sakit rujukan melakukan studi banding ke Dinkes Kota Surakarta. Sebagai perbandingan di Kota Surakarta kasus TB RO yang ditemukan per tahun hanya 8 kasus. Dengan segala faktor yang menjadi pembeda dengan Banyumas, hal ini menjadi atensi tersendiri dari Dinkes Banyumas dan Pemkab Banyumas. Diharapkan tahun ini ada intervensi khusus terkait TB RO dengan menambah dan memperkuat pelayanan TB sensitif obat di puskesmas serta penambahan faskes rujukan terkait TB RO. "Untuk TB anak tahun ini sampai dengan Maret, ditemukan 70 kasus dengan TB HIV 10 kasus," terang dia. Dilanjutkan, secara sistem kesehatan Banyumas termasuk berkati. Supporting system lengkap dengan 24 rumah sakit dan 40 puskesmas. https://radarbanyumas.co.id/purbalingga-targetkan-bebas-tb-tahun-2028/ Terkait TB, Banyumas juga memiliki Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM) yang khusus menangani TB. Dukungan sapras lainnya untuk pemeriksaan penunjang mungkin Banyumas memiliki Tes Cepat Molekuler (TCM) paling banyak di Jateng dengan 11 unit alat dan 68 modul. "Dari 11 TCM, empat diantaranya ada di Puskesmas I Wangon, Rawalo, I Sumpiuh dan I Cilongok," pungkas Arif. (yda)

Tags :
Kategori :

Terkait