SURVEI : Pengelola Pasar menjelaskan ukuran lapak pedagang kepada tim pendataan pemetaan. (FIJRI/RADARMAS)
SUMPIUH - Pasar Sumpiuh sebagai pasar rakyat terpilih menjadi kandidat pendampingan penerapan SNI dari Kementerian Perdagangan. Sehubungan dengan hal tersebut, dilakukan survei.
Penanggung Jawab Pelaksanaan Pemetaan Pasar Rakyat, Dian Purnama Dewi menjelaskan, survei terkait dengan kondisi pasar. Mulai dari bangunan, los, kios, cctv, pos kesehatan dan semua yang ada di pasar.
"Dari pemetaan ini, next-nya, pasarnya memenuhi persyaratan sertifikasi atau tidak. Pasar Sumpiuh belum SNI pasar rakyat," jelas Dian, Rabu (16/3).
SNI Pasar Rakyat akan berdampak positif bagi pasar. Antara lain, penataan, kenyamanan dan keamanan pasar. Selain itu, dari pendampingan yang telah dilakukan hingga menjadi SNI. Setelahnya, pedagang mengalami kenaikan omset.
Dian optimistis untuk hasil pemetaan. Diantaranya karena Pasar Sumpiuh tipe satu. Jumlah pedagang lebih dari seribu orang dan pertimbangan lainnya.
"Nanti dilihat untuk Pasar Sumpiuh, apakah persyaratan sudah terpenuhi, terpenuhi tapi belum optimal atau belum terpenuhi dari pemetaan ini," rinci Dian.
Terpisah, Pengelola Pasar Sumpiuh Yudiono menyambut baik pemetaan Pasar Sumpiuh. Sehingga menjadi gambaran secara menyeluruh tentang kondisi pasar dan bagaimana seharusnya sesuai dengan persyaratan SNI pasar rakyat.
"Hasil pemetaan ini menjadi PR bersama," tutur Yudiono.
Salah satu lokasi yang menarik perhatian tim adalah adanya posko kesehatan di Pasar Sumpiuh. Dijelaskan Yudiono pelayanan kesehatan kerja sama dengan puskesmas.
https://radarbanyumas.co.id/pedagang-pasar-ajibarang-ngadu-ke-dewan-terkait-relokasi-pedagang-luar-pasar/
Pelayanan dihentikan sementara karena keterbatasan tenaga medis. Sebab, sedang konsentrasi percepatan vaksinasi. Sudah koordinasi dengan puskesmas dan direncanakan setelah kondusif pelayanan kembali dibuka. (fij)