Ditemui Ada Beras Bansos yang Bau dan Tidak Layak Konsumsi

Sabtu 12-02-2022,18:02 WIB

TUNJUKKAN : Warga Kedunguter menunjukan beras bantuan yang diperolehnya dan tak layak konsumsi, saat mengadu ke DPRD Banyumas (11/2). (DIMAS PRABOWO/RADARMAS) PURWOKERTO - Tekad Wahyono Pamungkas menemui Komisi III dan IV DPRD Kabupaten Banyumas, Jumat (11/2). Dia mengadukan beras bantuan sosial yang diterimanya tak layak konsumsi. Wahyono mengaku sempat kalut. Takut jika mengadu dia bakal dicoret dari daftar penerima bantuan sosial. "Belum pernah mengadu ke e-waroeng. Kita takut kalau mengadu tidak diberikan bantuan lagi. Kita mengadu karena tidak patut dikonsumsi," kata dia. Dia tidak sendiri. Bersama dua orang warga Desa Kedunguter, Kecamatan Banyumas, yang juga menerima beras tak layak konsumsi. Beras yang tak layak pun dibawa untuk ditunjukkan ke Komisi III dan IV. "Kami datang untuk melaporkan masalah bantuan sosial, itu beras kurang layak konsumsi. Kuning, bau apek, dan dimasak tidak enak," katanya. Dikatakan, beras jelek diterima saat pembagian bantuan sosial yang terakhir. Karena tidak bisa dikonsumsi, beras dijadikan pakan ayam. "Kebanyakan ditukar murah di pasar, hanya Rp 5 ribu. Yang jelek pembagian yang terakhir. Dulu juga pernah tapi sudah lama, kebanyakan semuanya kaya gini. Tidak layak konsumsi," terangnya. https://radarbanyumas.co.id/waduh-beras-bansos-tak-layak-konsumsi-di-karangendep-patikraja-ketua-dprd-dan-dinsos-kecewa-saat-sidak-ke-agen-penyalur-bansos/ Setidaknya ada sekitar 150 KK yang menerima bantuan sosial. Beras yang tidak layak konsumsi sebelumnya juga pernah didapat. "Bantuan kemarin dapat empat paket dan uang tunai Rp 900 ribu untuk yang lansia. Satu paket berisi beras, telur, buah pir, dan kacang hijau. Dulu waktu sayuran, kentangnya busuk. Yang terbaru kemarin bagus, hanya beras saja," terangnya. (aam)

Tags :
Kategori :

Terkait