TAK HABIS: Sisa cabai rawit diantara cabai merah besar.
SUMPIUH - Harga cabai rawit semakin pedas. Menjelang Natal dan Tahun Baru 2022, harga satu kilogram cabai rawit di tingkat pedagang di Pasar Sumpiuh sudah tembus Rp 75 ribu.
Pedagang sayur dan bumbu dapur Sari mengatakan di akhir tahun memang kerap terjadi lonjakan harga. Selain, faktor terdampak musim penghujan.
"Informasi dari pemasok cabai rawit, kemungkinan harga masih akan terus naik lagi termasuk di hari besok," ujar Sari, Minggu (12/12) di lapaknya.
Komoditas cabai rawit di musim penghujan sering langka. Disebut Sari, hari ini hanya mendapat jatah pasokan 3 kilogram dari pemasok. Padahal, biasanya bisa memperoleh 8 kilogram setiap hari.
https://radarbanyumas.co.id/harga-cabai-naik-100-persen-jelang-nataru-kini-cabai-rawit-rp-43-ribu/
"Pemasoknya tidak pasti, beda orang. Mana yang ada, apalagi sedang langka," imbuh Sari.
Terpisah, Pengelola Pasar Sumpiuh Yudiono mencatat diantara komoditas bumbu dapur. Cabai rawit yang paling mencolok fluktuasi harganya dalam beberapa waktu terakhir.
"Cabai rawit yang sedang mahal, naik terus harganya," tutup Yudiono. (fij)