GOYANG YUK: Penari lengger menari di depan kamera, saat pementasan seni lengger secara daring. Masuk PPKM Level 2, berbagai kesenian sudah mulai digelar melalui luring terbatas dan daring. DIMAS PRABOWO/RADARMAS
SUMPIUH - Penyebaran wabah corona virus yang melandai disambut antusias oleh pekerja seni. Setelah sekitar dua tahun lamanya hidup dalam keperihatinan.
Pelawak kondang Ciblek salah satu yang merasakan kebahagiaan dengan longgarnya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Sehingga pekerja seni bisa naik panggung kembali.
"Sudah mulai ada job, alon-alon waton kelakon," kata Ciblek, Senin (22/11).
Pekerjaan kebanyakan di luar wilayah Banyumas. Dalam beberapa hari ke depan sudah ada jadwal untuk melawak di daerah berbeda.
Mobilitas mulai tinggi di masa pandemi. Ciblek barengi dengan tetap mentaati protokol kesehatan. Dengan harapan kasus penyebaran terus melandai.
Senada, pemilik usaha organ tunggal Warastuti Any menyampaikan pekerjaan mulai berdatangan. Meski didominasi di luar Banyumas.
"Organ tunggal mulai jalan lagi. Semoga ke depan terus lancar untuk pekerja seni," tutur Any.
https://radarbanyumas.co.id/seni-jemblung-asli-banyumas-pernah-lewati-puncak-popularitas-di-zamannya-kini-tidak-bisa-lagi-menghidupi-pelakunya/
Hal yang sama juga dialami oleh perajin janur kuning untuk hajatan. Sejak beberapa waktu terakhir, untuk dekor membutuhkan jasa perajin janur.
"Sepertinya sudah mulai normal. Alhamdulillah. Sedang dekor di Tambak," tandas pengrajin janur hajatan Yatin. (fij)