Mrocot, Petani di Notog Antisipasi Serangan Walang Sangit

Rabu 10-11-2021,18:01 WIB

CEK: Kepala UPTD PU Wilayah Banyumas bersama petani mengunjungi sawah. PATIKRAJA - Tanaman padi seluas 1.200 meter persegi sistem pengairan basah kering di areal persawahan Notog Kecamatan Patikraja mulai berbunga atau dalam bahasa setempat disebut mrocot. Mengingat pola tanam pada musim satu golongan pertama. Di sekitar lokasi demplot pengairan basah kering belum terdapat tanaman padi lainnya. Oleh karena demplot mengawali masa tanam satu. Maka tanaman padi mrocot rawan diserang hama. Diantaranya walang sangit. "Sudah dibahas dengan petani untuk antisipasi walang sangit. Tapi, ada catatan juga, bagaimana mengurangi penggunaan kimia," kata Kepala UPTD PU Wilayah Banyumas Imam Pamungkas, Selasa (9/11). Antisipasi serangan walang sangit diantaranya penyemprotan dengan pestisida nabati berbahan dasar bawang. Diharapkan petani lain juga mengikuti meminimalisasi penggunaan bahan kimia untuk tanaman padi. Sampai sejauh ini disebut Imam tanaman padi mrocot masih terkendali dari hama baik sistem pengairan basah kering maupun konvensional. Tiga petani rutin melakukan pengamatan. https://radarbanyumas.co.id/kebun-buah-naga-di-desa-pekunden-potensi-jadi-wisata/ Demplot berisi dua bagian di lokasi yang sama. Satu berupa sistem pengairan basah kering. Sisanya, sistem pengairan konvensional. Sehingga, memudahkan pengamatan perbedaan keduanya. (fij)

Tags :
Kategori :

Terkait