Perajin Nopia Sulit Pasarkan Produk Secara Online

Selasa 06-07-2021,16:30 WIB

PRODUKSI: Perajin nopia menunggu api oven tradisional menjadi bara. FIJRI/RADARMAS BANYUMAS - Tidak semua pelaku usaha mampu mengikuti pesatnya perkembangan teknologi. Seperti perajin nopia di Kampung Nopia Desa Pekunden Kecamatan Banyumas. Di era digitalisasi, mayoritas perajin nopia masih kesulitan menyesuaikan diri. Terutama untuk pemasaran produk secara online. https://radarbanyumas.co.id/kampung-nopia-batalkan-kunjungan-rombongan/ Ketua RT 3 RW 4 Agus Silo menyebut kebanyakan perajin nopia terkendala dalam memanfaatkan teknologi untuk memperluas pemasaran produk. "Perajin nopia kesulitan menggunakan gadget untuk promosi produk secara online karena faktor usia," kata Agus, Minggu (4/7). Hal tersebut menjadi masalah bersama di Kampung Nopia. Hanya mengandalkan pemasaran tradisional menjadi kurang maksimal. Terlebih di masa pandemi corona virus. Menjelang libur Idul Adha. Agus menceritakan ketika sebelum wabah corona virus pesanan nopia mengalami peningkatan. Namun, pada momen lebaran kurban kali ini. Perajin harus kembali merasakan prihatin. Lantaran sepinya pesanan. "Perajin yang merambah pemasaran nopia ke online masih mendingan. Ada saja pesanan. Tapi, hanya berapa orang, itu yang masih usia muda, sedikit sekali," ujar Agus. Di masa sulit wabah corona virus. Juga, persaingan dengan produk daerah lain. Perajin nopia di Desa Pekunden berupaya mempertahankan eksistensi melalui wisata Kampung Nopia. (fij)

Tags :
Kategori :

Terkait