Perajin Kue Lebaran, Dulu Kewalahan Sekarang Memprihatinkan

Jumat 16-04-2021,11:19 WIB

LESU: Perajin menata kue satu setelah dijemur panas matahari. FIJRI/RADARMAS KEMRANJEN - Perajin kue lebaran mengalami masa sulit. Sejak pandemi Covid-19, untuk kedua kalinya momen lebaran harus dilalui dengan prihatin. Seperti yang tengah dialami Marsinah (74) perajin kue satu. Ketika sebelum wabah melanda, Warga Desa Sirau Kecamatan Kemranjen itu sampai kewalahan memenuhi permintaan pasar. https://radarbanyumas.co.id/sempat-bergeliat-usaha-nopia-di-pekunden-banyumas-terancam-sepi-akibat-adanya-larangan-mudik/ https://radarbanyumas.co.id/perjuangan-bedug-amin-keniten-kedungbanteng-setelah-sempat-mati-suri-kini-kembali-digebug-order/ "Dari yang bisa produksi dengan bahan baku dua kuintal. Ada corona paling hanya setengah kuintal. Jelang lebaran, satu orang pesan dua ratus bungkus. Dibanding sekarang, turun banyak sekali," kata Marsinah, Kamis (15/4). Lebaran yang seharusnya bisa panen pesanan, kini kembali terulang seperti tahun 2020 lalu. Pesanan belum menunjukan sinyal. Pemilik usaha oleh-oleh disebut warga Gerumbul Pacarmalang itu masih spekulasi. Sebab larangan mudik yang ditetapkan pemerintah membuat ragu untuk menyetok kue satu. "Toko oleh-oleh masih berpikir untuk pesan. Kalaupun nanti pesan, kemungkinan tidak banyak," ujar Marsinah di rumahnya. Marsinah menceritakan, usaha kue tradisional itu sudah ditekuni sejak 1969. Lebih dari 50 tahun mempertahankan olahan berbahan dasar tepung beras ketan. Ia berharap wabah segera hilang. Sehingga usaha kue tradisional kembali meningkat. keseharian Marsinah juga tetap memproduksi bukan sekadar musiman. Di gerumbul tersebut, perajin kue satu bukan hanya Marsinah. Ada lima tetangganya yang juga bertahan usaha kue satu. (fij)

Tags :
Kategori :

Terkait