Program UPLAND Berakhir, Pemkab Banjarnegara Siapkan Pendampingan

Jumat 06-11-2026,17:04 WIB
Reporter : Pujud Andriastanto
Editor : Susi Dwi Apriani

BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Program UPLAND yang sudah berjalan selama enam tahun di Kabupaten Banjarnegara, berakhir pada 2026.

Namun, sebagian besar tanaman kopi yang dikembangkan melalui program tersebut belum memasuki masa panen raya.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi keberlanjutan program pertanian yang telah menyasar 33 desa di delapan kecamatan.

Terlebih, berbagai fasilitas pengolahan hasil pertanian dan infrastruktur pendukung sudah lebih dulu dibangun.

Untuk mengantisipasi terhentinya kegiatan setelah program berakhir, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara menyiapkan pendampingan selama dua tahun ke depan.

Pendampingan akan difokuskan pada pengelolaan hasil pertanian, pemanfaatan fasilitas, hingga pemasaran produk petani.

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banjarnegara, Firman Sapta Ady, mengatakan keberlanjutan program menjadi perhatian karena investasi sarana dan teknologi pertanian yang telah dibangun harus tetap dimanfaatkan.

Menurutnya, kopi dan peternakan menjadi dua komoditas utama yang dikembangkan melalui UPLAND. 

BACA JUGA:Program UPLAND Banjarnegara Berakhir pada 2026, Pemkab Siapkan Strategi Agar Manfaat Tetap Berlanjut

"Sarana pengolahan dan infrastruktur memang dibangun lebih awal menggunakan alokasi anggaran program tahun ini. Dengan demikian, saat masa panen raya tiba, seluruh fasilitas pengolahan, korporasi petani, hingga akses pasar sudah siap digunakan oleh petani," jelas Firman, jumat (6/11/2026).

Petani diarahkan tidak lagi menjual hasil panen mentah secara perorangan.

Hasil produksi nantinya dihimpun melalui korporasi petani untuk diolah dan dipasarkan menggunakan merek bersama, dengan tetap mencantumkan identitas daerah asal komoditas.

Sementara di sektor peternakan, pengembangan dilakukan melalui perbaikan pengelolaan pembiayaan, penyediaan pakan, hingga pemanfaatan hasil samping ternak, termasuk pengolahan bulu Domba Batur.

Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, mengatakan pendampingan lanjutan diperlukan agar hasil program UPLAND tidak berhenti setelah dukungan program dari pemerintah pusat berakhir.

"Alhamdulillah, program UPLAND sudah berjalan enam tahun di Kabupaten Banjarnegara. Untuk memastikan program ini berjalan sebagaimana mestinya, kami melanjutkannya dengan program pendampingan Pemkab selama dua tahun ke depan," kata Amalia.

Tags :
Kategori :

Terkait