Gekrafs Banyumas Tak Boleh Amleng, Eric Minta Program Berdampak

Minggu 04-10-2026,15:45 WIB
Reporter : Juni R
Editor : Ali Ibrahim

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID - Pengurus Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Cabang Banyumas resmi dilantik di Hotel Luminor, Sabtu (3/10). Muh. Erlangga Adinugraha, S.M. atau Eric dipercaya sebagai Ketua Umum DPC Gekrafs Banyumas.

Bagi Eric, pelantikan tersebut bukan sekadar awal kepengurusan, melainkan kelanjutan gerakan ekonomi kreatif yang telah diinisiasi sejak 2019 oleh Kawendra Lukistian, Sandiaga Uno, dan sejumlah tokoh lainnya. Berbekal pengalaman sebagai anggota DPRD selama tiga periode, ia optimistis Gekrafs mampu menjembatani gagasan kreatif dengan kebijakan eksekutif dan legislatif.

"Kita tidak memulai dari nol, tapi meneruskan gerakan sejak 2019. Pengurus kita sangat beragam, mulai dari pengusaha bengkel, pegiat event organizer, hingga anggota DPRD," ujar Eric.

Menurutnya, keberagaman latar belakang pengurus justru menjadi kekuatan untuk mendorong ekonomi kreatif Banyumas naik kelas. Karena itu, Gekrafs Banyumas harus mampu membangun solusi dan jejaring baru sesuai slogan "Berkarya Bersama, Tumbuh Bersama."

BACA JUGA:Buka Ruang Kreatif di Banyumas, Ethos Digital Valley Disiapkan Jadi Pusat Inkubasi Bisnis dan Kolaborasi.

"Setelah pelantikan pekerjaan ini baru akan dimulai. Jangan sampai berhenti di acara malam ini. Saya tidak ingin Gekrafs Banyumas hanya berhenti sampai hari pelantikannya saja. Istilahnya kalau bahasa Jawa itu amleng," paparnya.

Semangat kolaborasi tersebut mendapat dukungan Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono yang juga didapuk sebagai Ketua Dewan Pembina Gekrafs Banyumas. Sadewo menilai Gekrafs memiliki peluang besar merangkul berbagai simpul ekonomi daerah, termasuk Kadin dan Hipmi.

"Contoh kerajinan bambu dan kayu banyak di Banyumas, bentuknya sama tapi finishing-nya kurang baik," ujarnya.

Menurut Sadewo, Banyumas sebenarnya memiliki banyak potensi ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan lebih jauh. Penguatan diperlukan agar produk lokal tidak hanya memiliki bahan dan bentuk yang bagus, tetapi juga mampu bersaing melalui kualitas.

"Di Banyumas banyak potensi tapi masih kurang," jelasnya.

Sadewo juga mendorong Dinas Tenaga Kerja lebih adaptif dalam membaca kebutuhan pasar. Pelatihan kerja, menurutnya, harus mengikuti kebutuhan industri riil dan tidak lagi berkutat pada keterampilan yang sudah kurang relevan seperti kursus servis gawai.

Ia juga melihat potensi petani milenial yang kini semakin masif dalam memangkas rantai pasok. Kolaborasi dan inovasi dinilai penting agar potensi tersebut dapat memberikan nilai ekonomi lebih besar bagi masyarakat.

Senada, Ketua Umum DPW Gekrafs Jawa Tengah Berty Diah Rahmana mengingatkan agar organisasi tidak terjebak mengejar program besar yang minim dampak. Ia justru meminta pengurus memulai dari program sederhana yang manfaatnya dapat dirasakan langsung.

"Bikin program yang kecil tapi berdampak nyata. Keluarkan ide dan gagasan baru, termasuk membuka peluang kolaborasi antar-DPC di wilayah Banyumas Raya," pesan Berty.

Ketua Umum DPP Gekrafs Kawendra Lukistian menegaskan kekuatan organisasi terletak pada keberagaman warna dan latar belakang anggotanya. Menurut dia, gerakan ekonomi kreatif bukan perjuangan sesaat sehingga membutuhkan kolaborasi lintas kelompok secara berkelanjutan.

Tags :
Kategori :

Terkait