Interaksi dengan masyarakat tersebut sekaligus menjadi bagian dari proses pembelajaran karena siswa berhadapan dengan kebutuhan dan kondisi pekerjaan yang lebih beragam.
Sri Utami berharap optimalisasi Tefa di seluruh kompetensi keahlian dapat terus dikembangkan sehingga semakin mendukung kesiapan siswa memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
“Harapannya, Tefa dapat menjadi wadah bagi siswa untuk semakin terampil, percaya diri, dan siap menerapkan kompetensinya setelah lulus,” pungkasnya.