Ubur-Ubur Cilacap Diburu Pasar China dan Jepang

Senin 21-09-2026,17:15 WIB
Reporter : Julius Purnomo
Editor : Susi Dwi Apriani

CILACAP, RADARBANYUMAS.CO.ID - Ubur-ubur menjadi hasil tangkapan yang banyak didapat nelayan Cilacap dalam dua bulan terakhir.

Hasil tangkapan tersebut tidak hanya dijual di dalam daerah, tetapi juga dikirim untuk kebutuhan ekspor ke China dan Jepang.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Cilacap Indarto mengatakan, banyak nelayan kapal kecil yang kini memilih menangkap ubur-ubur karena hasilnya mudah dijual kepada pengepul.

"Dengan adanya ubur-ubur, tangkapan nelayan meningkat. Sudah memasuki bulan kedua dan memang sedang mendominasi," katanya saat dikonfirmasi, Senin (21/9/2026).

Ubur-ubur yang dibeli pengepul kemudian dikirim ke eksportir di luar Cilacap.

Setelah melalui proses pengeringan, ubur-ubur dikirim ke Jakarta untuk selanjutnya diekspor ke sejumlah negara Asia Timur, seperti China dan Jepang.

"Di negara tujuan, ubur-ubur tersebut digunakan untuk bahan makanan dan kosmetik," tandasnya. 

BACA JUGA:Nelayan Cilacap Panen Ubur-Ubur, Satu Perahu Bisa Dapat Satu Ton Sehari

Saat ini harga ubur-ubur di wilayah perkotaan Cilacap sekitar Rp 800 per kilogram. Sedangkan di wilayah Jetis mencapai Rp 1.100 per kilogram.

Indarto mengatakan, nelayan tidak perlu pergi terlalu jauh untuk mendapatkan ubur-ubur. Lokasi penangkapan berada sekitar empat mil laut dari bibir pantai.

Kapal fiber berukuran sekitar 5 GT yang diawaki dua nelayan bisa melaut hingga tiga kali dalam sehari. Setiap perjalanan, hasil tangkapan ubur-ubur bisa mencapai sekitar satu ton.

"Daerah tangkapan ubur-ubur sekitar jalur 1 penangkapan atau berjarak sekitar 4 mil laut dari bibir pantai, sehingga kebutuhan bahan bakar untuk operasional kapal fiber tidak terlalu banyak," lanjutnya. 

Menurut Indarto, musim penangkapan ubur-ubur diperkirakan masih berlangsung sekitar dua bulan ke depan, selama musim kemarau dan sebelum hujan turun. ***

Tags :
Kategori :

Terkait