"Kodam III Siliwangi mendukung program pemerintah dalam upaya promotif dan preventif, termasuk melalui edukasi kepada masyarakat. Dengan kolaborasi lintas sektor diharapkan dapat menjadi kontribusi positif dalam peningkatan kualitas kesehatan," ujar Tri.
Sementara itu, Kepala Rumah Sakit Tingkat II Dustira, Muchlas Fahmi, mengatakan pihaknya berkomitmen terus meningkatkan kualitas pelayanan bagi pasien, termasuk dalam penanganan penyakit jantung dan berbagai layanan pendukungnya.
Menurutnya, pelayanan bagi pasien JKN dengan penyakit jantung membutuhkan layanan yang komprehensif serta dukungan berbagai fasilitas pelayanan.
"Pemanfaatan layanan jantung oleh peserta JKN di RS Dustira bisa dikatakan tinggi. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, RS Dustira telah melayani 975 pasien cathlab yang semuanya merupakan peserta JKN," ungkap Muchlas.
Muchlas menuturkan, pelayanan kesehatan merupakan proses yang berkelanjutan sehingga peningkatan kualitas harus dilakukan secara konsisten. Pelayanan tidak hanya dituntut cepat dan tepat, tetapi juga harus aman, bermutu, serta berorientasi pada pasien.
Koordinator BPJS Watch, Timbul Siregar, mengatakan penyakit jantung merupakan salah satu penyakit dengan biaya tinggi yang dijamin Program JKN.
Menurutnya, upaya menekan angka penyakit jantung perlu dilakukan melalui langkah promotif dan preventif, termasuk dengan mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat.
"Penyakit jantung perlu menjadi perhatian pemerintah karena salah satu faktor yang berkontribusi terhadap penyakit tersebut berkaitan dengan gaya hidup. Untuk menekan tingginya angka penyakit tersebut, diperlukan upaya promotif dan preventif, termasuk menerapkan pola hidup sehat," ucap Timbul.
Timbul juga menilai Program JKN perlu terus didorong agar semakin efisien melalui penerapan pendekatan Value-Based Health Care yang berbasis outcome. Menurutnya, kesehatan merupakan modal utama dalam membangun bangsa.
Saya sengaja mempertahankan istilah dan angka penting dari naskah asli, tetapi memecah beberapa kalimat yang terlalu panjang supaya lebih terasa seperti berita koran/portal lokal, bukan rilis yang terlalu formal.