KEBUMEN - Kawasan pesisir Pantai Lembupurwo, Kabupaten Kebumen, terus dikembangkan sebagai kawasan konservasi sekaligus ruang edukasi lingkungan. Bertepatan dengan Hari Konservasi Nasional, sebanyak 100 tukik penyu dilepasliarkan, disusul penanaman 900 bibit mangrove dan 100 pohon cemara laut, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan Pemkab Kebumen, Kelompok Tani Hutan Cemara Desa Lembupurwo, serta PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah.
Ketua Kelompok Tani Hutan Cemara Desa Lembupurwo, Munadi, mengatakan kawasan tersebut dahulu hanya berupa hamparan pasir tanpa vegetasi. Penghijauan dimulai sejak 2008 atas prakarsa perangkat desa, Cokroaminoto, bersama masyarakat dan mahasiswa KKN Universitas Gadjah Mada.
Secara bertahap, kawasan itu berubah menjadi hutan cemara dan mangrove. Saat ini, luas mangrove mencapai sekitar 20 hektare dan hutan cemara sekitar 50 hektare.
“Tujuan kami itu selain melestarikan lingkungan, manfaat cemara bagi pantai itu sangat bermanfaat sekali. Satu, untuk penanggulangan abrasi, yang kedua, untuk penanggulangan angin yang membawa kadar garam, yang ketiga juga menahan angin puting beliung,” ujar Munadi.
Menurut dia, keberadaan hutan cemara juga mengurangi terpaan angin menuju permukiman. “Setelah adanya cemara ini, kecepatan angin yang ke pemukiman sana jadi melambat. Sebelumnya ada cemara ini, sering ada angin puting beliung yang sampai ke pemukiman,” katanya.
Konservasi juga menyasar penyu. Sejak akhir 2022, tercatat sekitar 25 indukan penyu mendarat dan bertelur di kawasan tersebut. Sejak konservasi berjalan efektif pada 2023, sekitar 1.500 tukik telah ditetaskan dan dilepasliarkan.
Perwakilan DLHKP Kebumen, Endah Dwiyanti, mengatakan Lembupurwo menjadi salah satu lokasi ProKlim unggulan sejak 2024 dan telah memperoleh kategori ProKlim Pratama.
“Desa Lembupurwo menjadi salah satu lokasi Program Kampung Iklim (ProKlim) unggulan Kabupaten Kebumen sejak 2024, dengan salah satu kegiatan utamanya berupa konservasi penyu. Kawasan tersebut telah memperoleh kategori ProKlim Pratama,” kata Endah.
Supervisor HSSE Fuel Terminal Lomanis, Ahsanul Khalis, mengatakan pelepasan tukik dilakukan untuk mencegah kelangkaan populasi penyu. Penanaman cemara dan mangrove diharapkan membantu menahan abrasi sekaligus mendukung penyerapan karbon.
Keberadaan vegetasi pesisir dan konservasi penyu tersebut sekaligus membuka peluang pengembangan Lembupurwo sebagai destinasi wisata berbasis lingkungan dengan tetap mengedepankan kelestarian alam. (dms)