Ia menambahkan, jalur alternatif yang harus ditempuh masyarakat jika Jembatan Cacaban terputus cukup jauh sehingga akan menambah waktu dan biaya perjalanan.
Kekhawatiran pemerintah desa semakin besar mengingat musim hujan diperkirakan akan kembali datang. Jika debit Sungai Cacaban meningkat dan terjadi banjir besar, kondisi pondasi yang sudah amblas dikhawatirkan tidak mampu bertahan.
“Kami sudah sangat khawatir karena kondisi sekarang ini sudah sangat tidak nyaman digunakan. Ini sudah kemarau, sebentar lagi musim hujan. Takutnya di musim hujan terjadi banjir lagi dan terjadi ambruk,” tutur Suradi.
Ia berharap pemerintah, baik pemerintah kabupaten maupun pemerintah pusat, segera mengambil langkah perbaikan sebelum kerusakan berkembang menjadi lebih parah.
“Semoga pemerintah, baik tingkat kabupaten maupun pusat, dengan adanya kondisi jembatan yang semakin parah segera diperbaiki agar tidak timbul korban di kemudian hari,” ucapnya.
Warga berharap perbaikan dilakukan sebelum musim hujan tiba. Sebab, jika jembatan sampai ambruk ketika masih dilintasi kendaraan, bukan hanya akses ekonomi dan pelayanan masyarakat yang terganggu, tetapi juga berpotensi menimbulkan korban jiwa. (mam)