CILACAP, RADARBANYUMAS.CO.ID - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cilacap melakukan pengambilan alat pemantauan kualitas udara ambien model passive sampler tahap I tahun 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pemantauan rutin, untuk mengetahui kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah di Kabupaten Cilacap.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cilacap, Ahmad Nurlaely, mengatakan alat passive sampler dipasang di sejumlah titik yang mewakili kawasan perkantoran, permukiman, wilayah yang dipengaruhi aktivitas transportasi, serta kawasan industri.
Menurutnya, pengambilan alat dilakukan setelah masa pemantauan selesai.
Selanjutnya, sampel yang telah dikumpulkan akan dianalisis untuk mengetahui kondisi kualitas udara di masing-masing lokasi.
"Melalui pemantauan ini, kami ingin mendapatkan data kualitas udara yang akurat," katanya, Senin (13/7/2026).
BACA JUGA:Disebut Kota Industri, Namun Fasilitas Alat Ukur Udara dan Air di Cilacap Masih Terbatas
Ia menjelaskan, alat passive sampler mengukur dua parameter utama, yaitu Sulfur Dioksida (SO2) dan Nitrogen Dioksida (NO2).
SO2 umumnya berasal dari aktivitas industri dan pembakaran bahan bakar, sedangkan NO2 banyak dihasilkan dari emisi kendaraan bermotor serta pembakaran bahan bakar fosil.
"Hasilnya sebagai dasar dalam menyusun kebijakan pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pengendalian pencemaran udara di Kabupaten Cilacap," lanjutnya.
Ahmad Nurlaely menjelaskan, pemantauan kualitas udara ambien menggunakan metode passive sampler dilakukan dua kali dalam setahun, masing-masing mewakili musim hujan dan musim kemarau.
Media uji yang digunakan berupa filter yang telah dipreparasi dengan bahan kimia, kemudian dipasang di ruang terbuka selama 14 hari untuk menyerap kandungan polutan di udara.
"Setelah masa pemaparan selesai, filter diambil dan dikirim ke laboratorium untuk dianalisis," tandasnya.
Ahmad berharap, hasil pemantauan tersebut dapat memberikan gambaran kondisi kualitas udara di Kabupaten Cilacap sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk menjaga kualitas lingkungan tetap baik.
"Pemantauan dilakukan secara berkala agar kondisi kualitas udara dapat terus dipantau," pungkasnya. ***